Pemillu Legislatif

PDI Perjuangan Muba Klaim Unggul di Tiga Dapil

Kuyung Ben ini menghimbau seluruh kader PDIP Muba untuk membantu menjaga suara yang telah diamanatkan.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, SEKAYU - DPC PDI Perjuangan Muba mengklaim telah memperoleh 21 persen suara serta unggul di tiga dapil pada Pemilu Legslatif (Pileg) yang berlangsung pada 9 April lalu. Klaim tersebut berdasarkan hitung cepat tabulasi real count yang dilakukan kader PDIP di Kantor DPC PDI Perjuangan Kab Muba, Minggu (13/4/2014) dini hari.

Beni Hernedi selaku ketua DPC PDIP mengataka, adapun perolehan suara yang di dapat PDIP Muba yakni untuk Dapil 1 (Kecamatan Sekayu, Sungai Keruh, dan Keluang) dimana perolehan PDI Perjuangan mencapai 19 persen. Sedangkan Dapil 2 (Kecamatan Sanga Desa, Babat Toman, Plakat Tinggi, Batanghari Leko, Lawang wetan), perolehan suara PDIP Muba mencapai 23 persen, lalu perolehan suara pada Dapil 4 (Kecamatan Sungai Lilin, Lais, Babat Supat) sebesar 20 persen. Dan untuk Dapil 3, PDIP berada pada posisi kedua yakni sebesar 17 persen.

"Saya atas nama DPC PDIP Muba berterimakasih atas dukungan masyarakat Muba yang telah mempercayakan amanah kepada PDIP Muba untuk membangun Muba agar lebih baik lagi," ujar Ketua DPC PDIP Muba, Beni Hernedi saat dibincangi di Kantor PDI Perjuangan.

Pria yang akrab disapa Kuyung Ben ini menghimbau seluruh kader PDIP Muba untuk membantu menjaga suara yang telah diamanatkan. Selain itu menjaga situasi dan kondisi untuk tetap kondusif, sehingga pelaksanaan demokrasi yang baik di Kabupaten Muba.

"Saya berharap agar seluruh kader partai membantu menjaga suara yg ada dan menciptakan suasana kondusif, serta bagi pihak penyelenggara pemilu (KPU/Panwas) agar selalu professional dan netral," harap Beni.

Dalam kesempatan itu pula, Beni menegaskan agar aparatur negara yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tetap netral dan tidak berpolitik praktis.

"Seluruh pihak harus saling menghormati, saya pastikan PDIP Muba tidak akan pernah menunggangi birokrasi dan menggunakan PNS sebagai bagian dari politik praktis," tegas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved