Jalan Rusak, Warga Isap Debu Setiap Hari

kerusakan jalan itu sudah sejak enam bulan yang lalu hingga saat ini belum terlihat bakal adanya perbaikan oleh pihak terkait.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Soegeng Haryadi
Jalan Rusak, Warga Isap Debu Setiap Hari - agas2.jpg
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Kerusakan yang terjadi di Jalintim di sekitar Desa Tanjung Agas dalam wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Jalan Rusak, Warga Isap Debu Setiap Hari - agas1.jpg
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Antrean kendaraan bertonase besar saat melintas di Jalintim yang mengalami kerusakan parah.

SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Sejak 6 bulan terakhir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Indralaya-Kayuagung, tepatnya di Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI), mengalami kerusakan sepanjang lebih kurang 20 meter. Kerusakan terparah yakni Jalintim dari Desa Talang Balai hingga ke Tanjung Agas menuju ke Indralaya, tepatnya di depan SMA Negeri 3 Tanjung Raja.

Selain terhambatnya arus kendaraan yang melintas, juga mengakibatkan polusi udara khususnya debu. Mengingat kondisi jalan bergelombang serta dipenuhi lubang-lubang serta nyaris tak ada lagi aspal Akibatnya masyarakat sekitar pun harus terpaksa setiap hari menghisap debu yang disebabkan oleh beberapa truk bertonase tinggi yang kebetulan sedang melintas.

Menurut warga sekitar bernama Muamir (50), kerusakan jalan itu sudah sejak enam bulan yang lalu hingga saat ini belum terlihat bakal adanya perbaikan oleh pihak terkait, karena Jalintim ini merupakan jalan negara seharusnya ada perhatian dari pemerintah. Ditambahkan, kendaraan seperti truk bertonase dari arah Bandarlampung hendak menuju ke Palembang pun selalu dihantui rasa takut dan waspada disaat melintas jalur ini.

“Besar kemungkinan jika truk akan terguling, apabila tidak berhati-hati,” ujarnya, Rabu (9/4/2014) yang keseharianya seorang sopir truk pengangkut pasir.

Sementara itu, Ibrahim (52) warga Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja yang tinggal tidak begitu jauh dari Jalintim mengungkapkan, dirinya setiap hari harus menghisap debu-debu yang dihasilkan oleh kerusakan jalan tersebut disaat kendaraan truk sedang melintas.

“Entah mengapa, hingga saat ini pun belum ada tindakan dalam perbaikan jalan,” ungkapnya, seraya berharap agar Jalintim Desa Tanjung Agas segera diperbaiki.

Terpisah, Kepala Dinas PU Binamarga H Muhsin Abdullah mengatakan, kerusakan jalan lintas ini merupakan tanggung jawab pihak Provinsi. “Kita hanya merekomendasikan saja. Namun, tetap akan kita koordinasikan kepada pemerintah pusat,” singkatnya.

Ia mengatakan perbaikan jalan negara yang sebagian mengalami kerusakan tentu saja, lanjutnya dilakukan secara bertahap.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved