Jutaan Lalat Serang Pemukiman Warga di Sukadamai Muba
Tidak diketahui dari mana tiba-tiba hewan penyebar kuman penyakit tersebut telah banyak di Desa Sukadamai.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, SEKAYU - Warga Desa Sukadamai Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba mendadak heboh. Ribuan lalat tiba-tiba memenuhi pemukiman di desa tersebut. Hewan yang yang identik dengan penyebaran bibit penyakit dan kuman tersebut dikhawatirkan akan memberikan dampak penyebaran penyakit bagi warga.
Kejadian itu bertepatan saat Wakil Bupati Muba Beni Hernedi berada di desa tersebut. Ia mengakui memang banyak sekali lalat yang berada di Desa Sukadamai. Saat masih berada di dalam mobil telah banyak lalat yang mengerumuni.
Berdasarkan informasi di lapangan, Minggu (6/4/2014), kehadiran lalat tersebut baru terjadi beberapa hari terakhir. Tidak diketahui dari mana tiba-tiba hewan penyebar kuman penyakit tersebut telah banyak di Desa Sukadamai. Lalat tersebut menyerang apa saja mulai dari makanan, manusia dan hewan.
"Banyak lalat di desa kita, binatang itu mengerubuti makanan, orang, dan hinggap di berbagai tempat di bagian rumah," ujar Saukandi, warga setempat.
Saukandi mengatakan, banyaknya lalat sangat mengganggu kehidupan masyarakat karena tidak hilang baik siang maupun malam. Lalat disini memang sangat mengganggu warga. Lalat tersebut pada siang dan pagi hari itu apalagi kalau musim hujan bisa ribuan jumlahnya.
Kehadiran lalat tersebut, lanjut dia, diduga dari limbah perusahaan perkebunan yang ada di sekitar Desa Sukadamai. Hal ini dikarenakan, limbah perusahaan-perusahaan tersebut menimbulkan bau yang kurang sedap.
"Takutnya lalat ini juga menyebabkan penyakit, karena banyak makanan yang dihinggapinya. Jadi kita berharap perusahaan melakukan penanggulangan, sehingga lingkungan masyarakat dapat menjadi bersih dan kesehatan menjadi lebih baik," harapnya.
Sementara itu, Wabup Beni Hernedi mengatakan, dirinya juga sudah merasakan langsung apa yang terjadi karena sepanjang jalan terlihat banyak lalat beterbangan.
"Saya lagi ngobrol di luar, banyak lalat yang menghinggapi, dan tadi saya melihat juga makanan yang banyak dihinggapi lalat," kata Beni.
Untuk mengetahui dari mana sumbernya dan sebagai tindak lanjut, Beni akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di Desa Sukadamai. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab banyaknya lalat di Desa Sukadamai. Apakah memang benar berasal dari limbah perusahaan atau tidak.
"Akan saya tanya ke pihak perusahaan apakah benar dari limbah mereka, dan bila perlu saya ajak mereka untuk melihat ini," ungkapnya.