Waspadai Teror Telepon, Penipuan Modus Baru

Teror telepon mengaku polisi dengan tujuan penipuan kembali terjadi dan meresahkan warga

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM,INDRALAYA - Teror telepon mengaku polisi dengan tujuan penipuan kembali terjadi dan meresahkan warga. Kali ini dialami warga Ogan Ilir (OI). Setidaknya dua warga Ogan Ilir sudah menerima telepon dengan modus yang sama bahkan hampir saja tertipu.

Salah satu warga yang mendapat telepon tersebut adalah Amran, pegawai di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ogan Ilir.

Menurutnya, baru-baru ini, dirinya ditelpon seorang penipu, yang mengaku menangkap anaknya dengan kasus narkoba. Setelah dikroscek ke anaknya, anaknya sedang bekerja di salah satu perusahaan.

"Kalau penipuan lewat sms kita sudah tahu semua, ya sms itu kita dapat mobil mewah, tau-taunya kita hanya ditipu, dengan mengirimkan uang kepada orang penimpu itu," ujarnya, Rabu (26/3/2014).

Ia menyatakan,  modus penipuan ada yang baru lagi, dimana penipu menelpon, dan mengaku anak kita ditangkap karena kasus tertentu.

"Saya beberapa hari yang lalu, dapat telepon, katanya anak saya ditangkap, waktu ditelpon itu memang ada suara anak yang sedang menangis. Namun, saya tidak langsung percaya. Karena gelagatnya sudah mencurigakan, dan sepertinya orang itu tahu kalau saya tidak tertipu, dan langsung mematikan hendphonenya," paparnya.

Waktu ditelpon balik lanjutnya, nomor pelaku tidak aktif lagi, beberapa kali ditelpon tetap tidak aktif juga.

"Saya telpon anak saya, anak saya tidak ada apa-apa, malah sedang bekerja. Dan saya, malah dipinta anak saya untuk tidak mempedulikan oknum itu lagi," tuturnya.

Hal serupa juga dialami Didit, warga Indralaya. Dia mengaku, kemarin dirinya baru saja mendapat telpon yang sangat membuat dirinya linglung dan menjadi bingung.

"Orang nelpon itu, ngomong anak saya ditangkap karena kasus narkoba, saya langsung sock, kebenaran anak saya laki-laki yang masih duduk di sekolah SMA," ungkapnya.

Waktu itu, lanjutnya, penelpon meminta uang dengan jumlah 50 juta agar anaknya bisa bebas.

"Uang itu sudah saya siapkan, untung saya mau bertanya kesana kesini, dan ada yang ngomong tidak usah dipedulikan oknum tersebut, cek saja anak kamu, katanya. Setelah saya cek anak saya, benar anak saya sedang sekolah," terangnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah tertipu dengan hal-hal seperni ini.

"Ini modus baru, jadi harus hati-hati, dan jangan mudah percaya," tukasnya.

Terpisah Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudarjat meminta, jika warga menemui masalah ini langsung laporkan kepada polisi.

 "Ini modus baru penipuan, dan jangan mudah percaya. Jadi, kita minta kepada warga jangan mudah percaya, dan harus melakukan kroscek terlebih dahulu," ujarnya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved