Kakak Beradik Ribut di Pasar, Anggota TNI yang Datang

Sebanyak 20 pria berbadan tegap diduga oknum TNI berbondong-bondong mendatangi areal parkiran pasar dan mengamankan sejumlah orang.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Para pedagang dan warga di sekitar Jalan Prof M Yamin Kelurahan Pasar I Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 10.30 gempar. Pasalnya, sebanyak sekitar 20 pria berbadan tegap diduga oknum TNI berbondong-bondong mendatangi areal parkiran pasar dan mengamankan sejumlah orang.

Kedatangan serombongan pria diduga anggota TNI tersebut berawal dari kericuhan Fendy (42) dan Mama Ros (45) yang masih berstatus kakak beradik dan sama-sama berjualan di Pasar Inpres Prabumulih. Kericuhan dua orang yang membawa-bawa keluarga itu sendiri dilatarbelakangi oleh perebutan lahan parkir di wilayah pasar tepatnya di depan toko pecah belah milik H Anshori atau di depan ruko yang disewa Fendy.

Belum diketahui pasti apa penyebab puluhan pria berbadan tegap tersebut berbondong-bondong datang, namun berdasarkan informasi warga menyatakan jika satu dari 20 anggota yang mendatangi TKP merupakan menantu dari Fendy.

Hingga berita ini diturunkan, meski tidak menimbulkan keributan, pengrusakan dan pemukulan, namun kehadiran sekitar 20 orang diduga anggota TNI dari kesatuan Batalyon Zeni Tempur 2/ Samara Grawira tersebut, membuat warga dan masyarakat sekitar lokasi tegang.

Informasi yang berhasil dihimpun, kericuhan bermula saat terjadi cekcok mulut antara istri Fendy dan Mama Ros mengenai lahan parkir. Kericuhan tersebut kemudian memancing amarah menantu dari Mama Ros, yaitu Ayik bin Manan (35) yang berprofesi sebagai tukang ojek dan sering mangkal di Pasa. Pasalnya Ayik tidak terima mertuanya dimaki-maki oleh Istri Ferdy, Ayik kemudian mengambil senjata tajam jenis samurai dan mengancam istri Fendy dan keluarga.

Cemas dengan ancaman Ayik tersebut, satu diantara anak Ferdy yakni Fera kemudian menghubungi suaminya yang merupakan anggota TNI dari Batalyon Zipur, untuk meminta bantuan atas perlakuan keluarga Mama Ros.

Mendapat informasi tersebut, sontak suami Fera datang bersama sejumlah pria berbadan tegap dengan rambut cepak ke TKP, melihat hal itu Ayik langsung melarikan diri. Namun, kaburnya Ayik sempat dilihat satu diantara oknum TNI, hingga membuat diduga anggota tersebut mendatangi sebuah gerobak warung pecel milik Mama Ros yakni Yuli dan melampiaskan amarah dengan memecahkan gerobak.

Selain gerobak pecah, akibat perlakuan oknum TNI tersebut tangan kiri Yuli mengalami luka ringan. Meski demikian, cekcok mulut terus terjadi dan keributan baru berhenti setelah anggota Polsek Prabumulih Barat datang ke TKP dan menenangkan seluruh anggota serta keluarga yang terlibat.

“Dua keluarga itu memang sudah sejak lama rebut mulut, masalah rebut karena lahan parkiran ini mungkin sudah ke sekian kalinya, namun ini yang sudah ancam-ancaman,” ujar warga sekitar yang enggan namanya disebutkan ketika dibincangi wartawan.

Danyon Zipur 2/ Samara Grawira, Mayor Czi Srihartono yang dimintai keterangan terkait 20 pria diduga TNI yang mendatangi pasar membantah keras keterlibatan anggotanya dalam persoalan tersebut. Menurut Danyon, saat itu para anggota sedang melakukan patroli tiba-tiba melihat kericuhan antar warga yang menggunakan samurai di tengah pasar Inpres Prabumulih, kemudian mengamankan kericuhan.

“Tidak benar anggota saya menyerbu pasar, para anggota sedang patrol dan melihat kericuhan di pasar bahkan pakai samurai, lalu mereka turun untuk mengamankan,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro Sik melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Aldino Anggoro SE didampingin Kanitreskrim, Aiptu Hendra Jaya ketika dibincangi membenarkan kejadian kericuhan di Pasar Inpres Prabumulih tersebut.

“Memang benar ada kejadiannya, kejadian ini sedang kita selidiki. Saat ini beberapa pihak bahkan telah melaporkan kejadian pengancaman tersebut ke kita,” tegasnya seraya mengatakan nomor laporan yang melapor yakni LP/B/23/III/PBM/SEK BRT. (TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved