Listrik di OKU Timur Amburadul
Selain pemadaman yang berlangsung lama, hidup matinya jaringan listrik juga membuat pelanggan harus merelakan peralatan elektroniknya rusak.
Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Selama satu minggu terakhir jaringan listrik di Martapura, Kabupaten OKU Timur benar-benar amburadul. Dalam 24 jam, listrik setempat mengalami pemadaman hingga berkali-kali. Tidak ada konfirmasi serta pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PLN kepada pelanggan.
Pemadaman membabi buta tersebut tentu saja membuat pelanggan geram. Selain pemadaman yang berlangsung cukup lama, hidup matinya jaringan listrik secara mendadak juga membuat pelanggan harus merelakan sejumlah peralatan elektroniknya mengalami kerusakan.
“Entah kapan PLN ini bisa memanjakan pelanggannya. Bertahun-tahun PLN selalu mengecewakan. Tagihan selalu minta dibayar, sementara pelayanan tidak pernah diperbaiki,” ungkap Aminah, Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menggerutu karena peralatan memasaknya rusak akibat pemadaman yang terjadi berkali-kali, Minggu (23/2/2014).
Dari pengamatan, selama satu minggu terakhir, pemadaman jaringan listrik selalu terjadi berkali-kali dan mendadak. Selain pemadaman, jaringan listrik yang tidak stabil (byar pet) juga selalu terjadi. Bahkan beberapa rumah warga seakan tidak ada penerangan karena kecilnya daya listrik.
“Kadang mati dan hidup secara mendadak, kadang sinarnya kecil seperti lilin. Kami bingung, PLN kok cahayanya seperti lilin. Mereka selalu meminta pelanggan membayar tagihan dan mengancam akan mencabut meteran, sementara mereka tidak sadar jika pelayanan mereka sangat mengecewakan,” katanya kecewa.
Sementara Kepala PLN Cabang Lahat Rayon Martapura, Agung Fajar Santosa ketika dikonfirmasi beralasan pemadaman yang terjadi pada hari Kamis (20/2/2014) lalu, disebabkan oleh adanya pemindahan jalur di Baturaja dan kegiatan bakti penyulang yaitu pembersihan pohon-pohon yang ada di sekitar kabel.
“Sedangkan pemadaman hari ini Minggu (23/2/2014) pada pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00 disebabkan oleh adanya pohon kelapa sawit yang menyentuh jaringan,” jelasnya.