Sopir Jadi Sasaran Empuk Pungli di Jalan Lingkar Lahat

Kerusakan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu tahun, sejak jalan lingkar diresmikan pada akhir 2012 lalu.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LAHAT - Selain mengalami kerusakan jalan, jalan lingkar kota Lahat statusnya juga tidak jelas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Lahat termasuk Satuan Lalulintas kebingungan, mengenai perbaikan yang akan dilakukan. Akibatnya kerusakan parah yang terjadi kemungkinan akan berlangsung lama, dan membuat pengguna jalan harus selalu waspada.

Pantauan Sripoku.com, Minggu (16/2/2014), kondisi jalan lingkar Kota Lahat semakin parah. Lubang dalam jumlah banyak, bertebaran di beberapa lokasi. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari yang berdiameter kecil hingga memenuhi badan jalan. Selain itu ada juga yang terkeluas, hingga aspal jalan sudah bergelombang karena tidak rata lagi.

Kerusakan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu tahun, sejak jalan lingkar diresmikan pada akhir 2012 lalu. Awalnya masih berupa lubang kecil, dan jumlahnya pun sedikit. Namun intensitas kendaraan terus bertambah setiap hari, terutama kendaraan berat seperti bus dan truk. Sehingga kerusakan jalan tidak bisa dihindari, dan semakin hari kian parah.

Banyaknya lokasi jalan yang rusak, digunakan beberapa oknum warga untuk mencoba mengais rezeki. Mereka berpura-pura menimbun jalan dengan batu seadannya, sehingga seolah-olah membantu pengendara. Sebagai imbalannya pengguna jalan yang melintas harus memberikan sumbangan, sebagai balas jasa. Sasarannya terutama angkutan barang seperti truk dan bus, yang tidak diperbolehkan memasuki kota Lahat.

Kondisi tersebut dikeluhkan para sopir, yang membawa kendaraan berbadan panjang. Sebab mereka harus mengeluarkan uang lebih, karena tempat pungli cukup ada di beberapa titik. Sehingga harus mengurangi uang jalan, yang diberikan atasan. Mereka khawatir perjalanan akan terhambat, bila permintaan warta tidak dituruti.

"Ada dua hingga tiga lokasi, semua minta uang. Beberapa rekan ada yang truk nya ditendang, karena tidak memberi uang," ujar Joko (38), sopir truk, Minggu (16/2/2014).

Plt Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Lahat Ramsi menjelaskan, status jalan lingkar saat ini memang masih belum jelas. Karena masih baru menjabat Kepala Dinas, ia masih terus mencari informasi mengenai statusnya ke berbagai pihak terkait. Sehingga kerusakan yang terjadi, bisa segera diperbaiki. (mg10)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved