Harga Cabai di Pagaralam Terjun Bebas

Harga cabai di Pagaralam mengalami penurunan hingga lebih dari 100 persen dari yang sebelumnya mencapai Rp 40.000 per Kilogram.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Para petani cabai di Kota Pagaralam saat ini dipastikan akan rugi besar. Pasalnya harga cabai di Pagaralam mengalami penurunan hingga lebih dari 100 persen. Betapa tidak saat ini harga cabai hanya Rp 9.000 perkilogram, padahal sebelumnya mencapai Rp 40.000 perkilogram.

Kerugian tersebut sangat dirasakan para petani yang ada di kawasan Talang Sakuat, Dusun Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara. Harga salah satu komoditi utama itu tengah terjun bebas di pasar luar kota Pagaralam. Hal ini disebabkan berkurangnya pemintaan dari Pasar Jakabaring Palembang.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Minggu (16/2/2014), penurunan harga cabai sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Penurunan harga terjadi khususnya untuk cabai hijau. Penurunan harga itu mencapai kurang lebih 100 persen.

Taufik (33) petani cabai Dusun Kerinjing mengatakan, pihaknya dipastikan akan rugi besar dengan anjloknya harga jual cabai ditingkat petani. Pasalnya harga saat ini tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan untuk perawatan tanaman cabai miliknya.

"Sudah pasti rugi besar dek, pasalnya modal kita besar untuk menanam cabai ini. Karena memang untuk perawatan cabai ini sangat sulit dan perlu biaya banyak," ujarnya.

Saat ini harga cabai hijau Rp9.000 perkilogram dari Rp 20.000 perkilogram. Belum lagi harga cabai merah yang hanya Rp 12.000 perkilogram dari Rp 40.000 perkilonya.

"Dengan harga yang murah, jika tetap di jual di Pasar Jakabaring, tentu kami akan rugi. Untuk itu mau tak mau kita jual di pasar lokal. Jika tidak ya, kita bisa rugi dua kali," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved