Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium
Menurutnya, untuk melihat jamur tersebut harus ada sampel makanan atau bisa dilihat dari muntah dan berak warga.
Penulis: Andi Wijaya | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dokter jaga di RS Muhammadiyah, dr Ferianto menyebutkan delapan warga yang dirujuk dari Puskesmas Rambutan ke rumah sakit terindikasi mengalami keracunan makanan jamur.
"Nah, untuk jenis jamurnya saya belum tahu, yang jelas jamur yang dimasak warga itu ada racunnya," tegasnya saat dimintai komentar oleh Sripoku.com, Senin (20/1/2014).
Menurutnya, untuk melihat jamur tersebut harus ada sampel makanan atau bisa dilihat dari muntah dan berak warga.
"Ya untuk sementara sampel muntah belum ada, sedangkan sampel makanan juga belum ada. Nanti jika ada akan dikirim ke balai laboratorium Palembang untuk mengetahui hasilnya apakah jamur tersebut beracun," ujarnya.
Sebelumnya delapan warga Tanjung Marbu Desa Marbu Kecamatan Rambutan, Banyuasin mengalami keracunan massal, Senin siang sekitar pukul 13.00. Korban keracunan tersebut mengalami gejala mual-mual, muntah, dan lemas setelah mengkonsumsi makanan (jamur tahunan).
Peristiwa itu terjadi saat acara pembuatan dodol wajik untuk antar-antaran resepsi pernikahan Ayif Lakmini (35) putra Yusnani (49) yang akan diadakan Rabu (22/1/2014) mendatang di Lebak Montor, OKI.
Delapan warga yang keracunan tersebut yakni, Marliani (33), Siti (32), Dewi (41), Asni (35), Liana (31), Riko (22), Sayo (60) dan Yusnani (49). Kesemuanya kini tengah di rawat intensif di ruang penyakit dalam Ahmad Dahlan No I Kelas III A, RS Muhammadiyah Palembang.