Rumah Makan Pilih Ganti Tabung
Pengelola rumah makan memilih pindah ke tabung subsidi ukuran 3 kg dari yang semula menggukankan tabung 12 kg.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Untuk mengantisipasi kerugian akibat naiknya harga elpiji tabung 12 kg di pasaran dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu, pengelola rumah makan memilih pindah ke tabung subsidi ukuran 3 kg.
"Kami sudah tiga hari ganti tabung elpiji dari ukuran 12 kg menjadi 3 kg. Jika tidak kami dipastikan merugi," ujar Diana pengelolah RM Sabar Menanti Muaraenim.
Sementara menurut Tjik Yana (48), sebelumnya sewaktu harga isi elpiji 12 kg masih sekitar Rp 100 ribu, ia selalu menggunakan tabung 12 kg. Namun sejak isi tabung elpiji 12 kg naik menjadi Rp 150 ribu, ia terpaksa memilih tabung isi 3 kg karena harganya tidak naik sekitar Rp 18 ribu. Jika ia memaksakan menggunakan tabung 12 kg, tentu ia akan merugi.
"Sekarang dagang lagi sulit. Tidak mungkin harga nasi akan kita naikan, bisa-bisa tidak laku," tukasnya.
Untuk itu, lanjut Diana, ia berharap kepada pemerintah dan pihak terkait, untuk tidak menaikkan harga elpiji tersebut, sebab saat ini perekonomian masyarakat sudah sulit akibat kenaikan harga BBM dan harga pokok lainnya. Apalagi jika ditambah kenaikan elpiji, maka lengkaplah penderitaan masyarakat.
Hal senada juga dikeluhkan oleh Nurhayati, yang sehari-hari berjualan nasi. Sejak gas elpiji 12 kg naik, ia terpaksa beli tabung gas 3 kg. Jika tetap memakai tabung 12 kg, dipastikan ia akan merugi, sebab jika menaikkan harga makanan konsumen pasti keberatan dan akhirnya jualannya tidak laku.
Manager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Muaraenim, Edi Erwansyah mengatakan sejauh ini pihaknya memiliki stok aman dalam mengantisipasi perubahan penggunaan elpiji 12 kg ke tabung elpiji 3 kg yang dilakukan masyarakat. Meskipun secara rinci belum bisa menyebutkan berapa total kenaikan atau penambahan stoknya.
"Di SPBE ini hanya melayani pengisian tabung 3 kg dari loading order agen dengan Pertamina Plaju di Palembang. Insya Allah stok aman," kata dia.

