Stok Premium Tinggal Dua Hari

Total kuota premium bersubsidi untuk Sumbagsel sebesar 2,5 juta kiloliter dan solar kuotanya 1,6 juta kilo liter.

Penulis: Dewi Handayani | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meski pertumbuhan jumlah kendaraan terus meningkat namun dari sisi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diklaim masih aman. Marketing Operational Region (MOR) II Sumbagsel mencatat penyaluran kuota BBM bersubsidi sepanjang 2013, untuk solar dan premium aman hingga dua hari kedepan.

"Masih aman untuk dua hari kedepan. Kuotanya masih cukup. Kalau solar bahkan berlebih. Untuk premium agar over lima persen," kata General Manager MOR II Pertamina Sumbagsel, Ageng Giriono didampingi Ritel Fuel Marketing Manager Regional Agus Taufik Harahap dan Senior Supervisor External Relation Alicia Irzanova usai menyambut empat srikandi pembalap di bukit Golf, Senin (30/12/2013).

Dia merinci, total kuota premium bersubsidi untuk Sumbagsel, sebesar 2,5 juta kiloliter dan solar kuotanya 1,6 juta kilo liter, hingga saat ini premium mengalami over lima persen, sementara untuk solar sisanya masih ada 8.000 kilo liter, jumlah ini unutk komsumsi dua hari kedepan dipastikan aman.

Dikatakannya, saat ini rata-rata konsumsi premium setiap harinya 700 kl sementara untuk solar 480 kl perhari, jumlah ini, menurutnya masih dibatas angka wajar, sebab meski pertumbuhan jumlah kendaraan terus meningkat namun tidak begitu berpengaruh dengan konsumsi bbm, pasalnya kendaraan yang bertambah merupakan kendaraan jenis passanger untuk dalam kota, sementara yang membuat lonjakan konsumsi angkutan barang antar kota.

“Untuk angkutan tersebut pemerintah sudah mengeluarkan larangan tidak boleh menggunakan BBM subsidi melainkan beralih ke BBM non subsidi yang sudah disiapkan disetiap SPBU,” ungkapnya.

Dikatakannya, peningkatan konsumsi BBM non subsidi menjadi fokus utama Pertamina pada tahun 2014, pasalnya jika harus mengandalkan konsumsi BBM subsidi tentu anggaran subsidi tiap tahun pasti akan membengkak. Pertamina selalu siap menambah kuota penyaluran BBM susidi, setiap tahunnya kuota penambahan kuota bisa antara 7-10 persen, jika diangka tersebut konsumsi dianggap normal.

Diungkapkan Ageng, saat ini jumlah SPBU yang ada di Sumbagsel sekitar 405 sementara SBPU yang menjual BBM nonsubsidi ada 300, jumlah ini akan terus ditingkatkan pada tahun 2014 seiring dengan misi Pertamina miningkatkan penjualan BBM Non subsidi. “Tahun depan itu rencananya pertamina akan melakukan penambahan 50 SPBU di Regional Sumbagsel, SPBU tersebut ada yang murni SPBU baru dan ada juga yang sudah eksisting namun kapasitasnya ditingkatkan, misal dari yang sebelumnya hanya menjual BBM subsidi akan ditingkatkan menjual semua jenis BBM,” ujar dia.

Menurutnya penambahan SPBU ini utuk mempermudah jangkauan masyarakat mendapatkan BBM terutama yang non subsidi, jalan raya yang selama ini menjadi perlintasan utama yang belum memiliki fasilitas SPBU tentu menjadi pertimbangan Pertamina menambah SPBU, salah satunya wacana pemerintah membuat jalan khusus barubara melalui jalan servo. Pertamina siap untuk menyadiakan SPBU di awal dan ujung jalan tersebut, sehingga ketika kendaraan melintasi jalan tersebut tidak susah lagi mencari tempat pengisian BBM.

“Lagi pula jika jalan servo itu jadi tentu Pertamina tidak susah lagi untuk mendorong angkutan tambang menggunakan BBM non subsidi sebab jalur untuk menjualnya satu lajur saja,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved