Dia Melotot Minta Barang-Barang yang Kami Bawa

Di dalam bus kota sepanjang melintasi Jembatan Ampera, Nia dan Putri yang duduk di bangku tengah bus kota sangat ketakutan saat ditodongkan sajam.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aksi penodongan di dalam angkutan umum kembali terjadi. Kali ini dua pelajar SMA yakni Nia (17) dan Putri (17), menjadi korban aksi pelaku penodongan. Kedua pelajar ini ditodong pelaku Rudi (27) di dalam bus kota jurusan Kertapati-KM 12 saat melintasi Jembatan Ampera Palembang, Jumat (20/12/2013) pukul 17.00.

Di dalam bus kota sepanjang melintasi Jembatan Ampera, Nia dan Putri yang duduk di bangku tengah buskota sangat ketakutan saat ditodongkan sajam pisau oleh pelaku Rudi. Namun saat melintasi jalanan samping Masjid Agung Palembang yang kondisi arus lalulintas yang sedang macet, kedua pelajar ini nekat melompat dari buskota dan spontan berteriak minta tolong.

Melihat kedua pelajar melompat dari buskota sembari berteriak dan menangis histeris, petugas lalulintas (Polantas) Aiptu R Suwarman dan beberapa rekannya yang sedang mengatur arus lalulintas pun langsung mendekati kedua pelajar tersebut. Mendengar terjadi
adanya aski penodoangan AIptu R Suwarman dan rekannya pun langsung membekuk pelaku Rudi yang ada di dalam buskota dengan barang bukti satu bilah sajam pisau.

"Aku takut sekali, dia (pelaku Rudi) menodong pisau dan melotot minta barang-barang yang kami bawa. Kami naik dari Kertapati dan mau pergi les. Dia menodoang pakai pisau waktu di Bungaran (kawasan 7 Ulu pangkal jembatan Ampera)," ujar Nia dan Putri yang tampak trauma dengan ekspresi menangis histeris atas aksi penodongan yang dialami keduanya.

Sementara itu, Rudi yang berhasil dibekuk polantas, nyaris menjadi amukan warga. Beruntung petugas pun mengamankan Rudi dari amukan warga yang kesal atas tindakannnya. Namun saat
diintrogerasi, Rudi yang tercatat sebagai warga Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang ini membantah telah melakukan aksi penodongan.

"Aku ini sopir serep (cadangan) biskota, aku tidak menodong dan aku cuma duduk di dalam biskota," kelit Rudi yang mengelak mengakui perbuatannnya meskipun barang bukti sajam pisau didapatkan petugas.

Tags
Penodongan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved