Doni Batal Menikah Karena Menodong
Doni yang tubuhnya dipenuhi tato ini, dibekuk petugas pimpinan Kanit Pidum Iptu Robet di kawasan Gandus Palembang, Sabtu (7/12/2013) malam.
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Niat Doni (25), untuk menikahi pujaan hatinya pada akhir tahun ini terpaksa ditunda. Bahkan pernikahan yang sudah dipersiapkannya pun bisa jadi dibatalkan. Pernikahan tertunda, lantaran Doni dibekuk petugas atas kasus penodongan yang dilakukan. Diketahui Doni merupakan pelaku spesialis kasus penodongan.
"Memang tanggal 27 Desember ini aku mau menikah, tapi aku ditangkap polisi jadi batal menikah," ujar Doni kepada Sripoku.com saat diamankan petugas di Sat Reskrim Polresta Palembang, Minggu (8/12/2013).
Doni yang tubuhnya dipenuhi tato ini, dibekuk petugas pimpinan Kanit Pidum Iptu Robet di kawasan Gandus Palembang, Sabtu (7/12/2013) malam. Lantaran berusaha melarikan diri dari kepungan petugas, pria yang menjadi TO (Target Operasi) petugas dan merupakan residivis kasus yang sama ini pun terpaksa dilumpuhkan atau ditembak petugas pada lutut kaki kanannya.
"Setelah keluar penjara sekitar setengah tahun lalu, memang aku sudah kali menodong. Aku menodong buat modal menikah karena aku tidak ada uang dan belum ada pekerjaan tetap," ujar Doni.
Dari catatan petugas penyidik, Doni telah melakuan dua kali aksi penodongan di lokasi yang sama yakni di kawasan Jembatan Pusri Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Terakhir Doni menodong seorang sopir yang merebut kalung emas sopir dan kemudian melakukan penusukan terhadap sopir, Minggu (1/12/2013) pukul 14.00.
"Aku terpaksa menusuk sopir itu karena dia melawan. Aku tarik kalung emasnya dan langsung menusuk perutnya. Emasnya sudah aku jual seharga satu juta karena cuma dapat setengah. Sebelumnya aku juga menodong orang yang lewat di atas Jembatan Pusri dan cuma dapat ponsel. Aku menodong sendirian," ujar Doni yang meriang kesakitan pada kaki yang ditembak petugas.