Bawaslu Bentuk Gerakan 1 Juta Relawan
Rencananya, ke depan akan diadakan pendidikan khusus melalui lembaga pendidikan, maupun pemberian simbol-simbol tertentu.
Penulis: Yuliani | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna mengatasi pelanggaran yang kerap terjadi saat pemilu, Bawaslu berencana membentuk Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu. Hal ini diungkapkan oleh ketua Bawaslu provinsi Sumsel, Andika Pranata, Kamis (21/11/2013).
"Para relawan tersebut akan kita libatkan mulai dari media, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan LSM yang nantinya bersedia membantu mengawasi jalannya pemilu," ucapnya.
Rencananya, ke depan akan diadakan pendidikan khusus melalui lembaga pendidikan, maupun pemberian simbol-simbol tertentu. "Kita butuh banyak pasang mata dan telinga untuk membantu menyukseskan pemilu ini. Maka dari itu para calon relawan akan diberi pendidikan mengenai politik, khususnya aturan-aturan terkait pemilu," ucap Andika.
Andika Juga menambahkan, gerakan 1 juta relawan ini merupakan program Bawaslu nasional. "Tujuannya tak lain untuk menyelamatkan wajah politik Indonesia dari kepentingan-kepentingan tertentu. Ini merupakan tanggung jawab bersama, karena rakyat membutuhkan pemimpin yang bersih. Maka dari itu mari secara serentak kita wujudkan program ini dengan menjadi sukarelawan," ajaknya.
Tak hanya itu, selain relawan Bawaslu butuh partisipasi masyarakat. "Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu, masyarakat boleh mengadukannya. Misalnya saja soal peletakan atribut kampanye yang dilarang. Buktinya cukup dengan difoto. Setelah itu catat berada di lokasi mana dan apa yang dilanggar. Jika terbukti melanggar, laporan tersebut akan kita sampaikan pada KPU dan biar KPU yang akan melakukan proses
selanjutnya," ujarnya.