Toyota Sumsel Jual 10 Ribu Unit Mobil
"Hingga saat ini back bone Toyota masih dikuasai Avanza," kata Branch Manager Auto 2000 Tanjung Api-api
Penulis: Dewi Handayani | Editor: Sudarwan
SRIPOKU, PALEMBANG - Satu bulan menjelang akhir tahun 2013 Toyota sukses menjual 10 ribu unit mobil. Hampir 30 persen penjualan tertinggi disumbang jenis Avanza.
"Hingga saat ini back bone Toyota masih dikuasai Avanza," kata Branch Manager Auto 2000 Tanjung Api-api, Yagimin kepada Sripoku, Selasa (19/11/2013).
Yagimin mengakui meski kehadiran mobil Low Cost Green Car (LCGC) yakni Agya masih memjadi booming namun belum mampu menggeser Avanza. Segmen Agya, kata dia, adalah City Car, sementara Avanza adalah segmen MPV.
"Tidak akan memotong penjualan Avanza karena segmen yang dibidik memang berbeda," kata Yagimin kepada Sripoku.com.
Hingga Oktober, lanjut dia, Toyota telah melepas hampir 10 ribu unit mobil di Sumsel, dan kontribusi tertinggi masih dikuasai Avanza. Paling tidak hingga akhir tahun Yagimin optimis angka penjualan bisa diatas 11 ribu bahkan tembus diangka 12 ribu unit mobil.
"Kami sangat optimis, karena saat ini ekonomi di sumsel mulai membaik, harga komodity juga bagus, saat ini saja rata-rata permintaan perbulan capai 450 hingga 500 unit mobil," kata dia.
Sementara untuk kebutuhan mobil perbulannya di Sumsel capai 2400 unit dan Toyota sendiri menyumbang penjualan hampir 38,4 persen.
Di tahun depan, dia pun optimis tingkat kebutuhan masyarakat akan mobil akan terus tinggi. Namun kenaikannya pada tahun 2014, tidak akan lebih dari 10 persen.
"Karena kita lihat tahun depan itu tahun politik, pasti ada gejolak yang terjadi dan imbas ke penjualan mobil pasti ada. Tapi kita belum bisa meraba berapa besar dongkrakan penjualan yang bisa terjadi," kata dia.
Bisa saja, selama Kampanye ada caleg tertentu yang menggunakan mobil untuk alat peraga kampanye.
"Kalaupun yang mereka gunakan mobil baru, apalagi dari Toyota ya syukur, tapi saya kira lebih banyak mobil second juga, makanya pergeseran angkanya mungkin tidak terlalu tinggi," katanya.
Begitu juga saat pemilihan Presiden. Yagimin berpendapat, jika presiden yang terpilih kelak sesuai harapan masyarakat bisa saja pada tahun 2015, nanti ekonomi Indonesia akan kembali reborn.
"Artinya ekonomi kita akan kembali lagi membaik seperti dulu jika presiden yang terpilih itu sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.
Diakui tahun 2014 akhir adalah masuk pemilihan presiden. Jika terpilih berarti awal tahun 2015 mendatang baru orang terpilih bekerja.
"Harapan kita tentu dampak pilpres ini bisa membuat ekonomi membaik," katanya.