Harga Karet Turun Rp 500 Per Kilogram
Kenaikan dan penurunan harga kemungkinan disebabkan oleh permintaan pasar dunia yang saat ini sedang tidak stabil.
Penulis: Evan Hendra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Harga getah karet di Kabupaten OKU Timur sejak satu bulan terakhir mengalami penurunan sekitar Rp 500 per kilogram.
Demikian diungkapkan salah satu petani karet asal Belitang, Irul (34) ketika dikonfirmasi, Jumat (15/11/2013).
Menurut Irul, fluktuasi harga getah karet tersebut selalu terjadi setiap waktu.
Kenaikan dan penurunan harga kemungkinan disebabkan oleh permintaan pasar dunia yang saat ini sedang tidak stabil.
“Jumlah produksi tidak menjamin harga. Seperti saat ini, jumlah produksi karet mengalami penurunan karena musim gugur. Namun harga juga mengalami penurunan. Jadi harga getah karet ini tidak bisa di prediksi dari jumlah produksi,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Irul, harga getah karet mingguan turun menjadi Rp 9.200 per kilogram dari sebelumnya Rp 9.700 per kilogram.
Sementara untuk karet dua mingguan turun menjadi Rp 11.500 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 12 ribu perkilogram.
“Kalau getah karet bulanan saat ini mencapai Rp 13.500 per kilogram. Sebelumnya harga getah karet bulanan sekitar Rp 14 ribu per kilogram. Namun sangat jarang petani menjual karet bulanan. Biasanya paling lama petani menjual dua mingguan,” jelasnya.