Bupati Muaraenim Geram Banyak Perusahaan Tak Pedulikan Lingkungan
Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar geram dengan perusahaan yang kurang peduli dengan lingkungan.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar geram dengan perusahaan yang kurang peduli dengan lingkungan. Pasalnya dari 80 perusahaan yang tergabung dalam forum CSR/PKBL Kabupaten Muaraenim, ternyata hanya dihadiri oleh 30 perusahaan saja.
"CSR/PKBL ini, merupakan kewajiban setiap perusahaan. Seharusnya mereka lebih mengerti," ujar Muzakir usai membuka rapat Koordinasi Forum Corporate Social Responsibility - Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (Forum CSR - PKBL) Kabupaten Muaraenim, di Hotel Griya Serasan Sekundang Muaraenim, Rabu (6/11/2013).
Menurut Muzakir, pertanggungjawaban perusahaan terhadap kelestarian alam dan masyarakat yakni CSR/PKBL, merupakan kewajiban perusahaan. Ini sesuai UU No 40 tahun 2007 tentang perseroan. Dan jika pola CSR/PKBL di rancang dengan benar akan bisa menjadi investasi sosial jangka panjang yang berguna, baik untuk meningkatkan citra perusahaan di mata publik dan investro maupun strategi bisnis dan pengendalian resiko sosial perusahaan.
Hal senada juga disesalkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaraenim, Taufik Rahman. Ia benar-benar merasa prihatin dan kecewa atas ketidakhadiran sebagian besar perusahaan dalam forum ini. Padahal, kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan mereka, sebab jika program ini berhasil dampaknya akan sangat baik kepada citra perusahaan di publik dan masyarakat.
"Minimal mereka datang dululah. Jangan nanti ada masalah di lapangan, kita dilibatkan. Nanti kita akan kumpulkan kembali untuk dipertanyakan," tegas Taufik
Saat ini, kata Taufik didampingi Ketua Bappeda Muaraenim H A Najib, sedikitnya ada sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),152 Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) dan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, kenyataanya baru 80 perusahaan saja yang tergabung dalam forum CSR-PKBL ini. Lebih mirisnya lagi, dari 80 tersebut, hanya 30 perusahaan saja yang hadir. Hal ini, secara tidak langsung menunjukkan sejauhmana komitmen dan tanggungjawabnya terhadap pembangunan dan kemajuan daerah setempat serta masyarakat.
"Kita telah mengundang dan memberitahukan pengumuman secara terbuka melalui media massa. Tetapi yang datang masih sedikit," tambah Najib.
Pada 2014, mendatang, lanjut Najib, Pemerintah Kabupaten Muaraenim membutuhkan dana sedikitnya Rp 1,5 Triliun untuk kebutuhan program dan kegiatan yang telah diusulkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, sekitar Rp 421 Miliar dari dana tersebut tidak terakomodir pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaraenim 2014. Makanya, untuk menutup kekurangan tersebut melalui Forum Coorporate Social Responsibility- Program Kemitraan Bina Lingkungan (CSR-PKBL) Kabupaten Muaraenim ini.
"Pada tahun-tahun sebelumnya memang sudah ada ratusan kegiatan yang direalisasikan oleh forum ini. Sayangnya hanya segelintir perusahaan saja yang ikut berpartisipasi," ungkap Nadjib.
Sementara itu menurut anggota penasihat Forum CSR-PKBL Kabupaten Muaraenim, Suhardi SH MHum, mempertanyakan tanggungjawab dari pihak perusahaan terutama yang tidak berpartisipasi dan datang dalam forum ini. Dan jika mereka tidak ada kepedulian, ia meminta kepada pemerintah untuk tidak memberikan izin usaha dan operasional di dalam Kabupaten Muaraenim. Jika perusahaan sudah berjalan, untuk tidak memperpanjang lagi izinnya jika sudah habis. Padahal sesuai dengan amanat Undang-undang bahwa setiap perusahaaan wajib menyalurkan CSR/PKBL nya.
"Sekarang gampang saja, perusahaan yang tidak peduli dengan pemerintah dan masyarakatnya, silahkan hengkang. Jangan kami hanya menonton dan dapat limbahnya saja," tegas Suhardi.
Sementara itu Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Bukit Asam (Persero)Tbk yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pelaksana Forum CSR-PKBL Muaraenim Maizal Gazali menuturkan, selama ini dunia usaha juga telah melakukan progaram CSR-PKBL dengan kemampuan, ukuran, cara dan pertimbangan masing-masing. Namun, mengingat ada ratusan perusahaan yang ada di Kabupaten Muaraenim maka diperlukan suatu wadah koordinasi, konsultasi, integrasi dan sinkronisasi yang efektif dan efisien dalam mengoptimlakan pelaksanaan program CSR-PKBL. Sehingga, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Untuk itulah, maka di bentuk forum CSR-PKB Kabupaten Muaraenim.
"Kita prihatin. Seharusnya dengan forum ini, kita bisa saling bantu, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Intinya disini kita ingin bagi-bagi pekerjaan, tentu sesuai porsi masing-masing. Tapi harus datang, baru tahu apa kendalanya," ujarnya.