Olah Daging Kurban, Penggilingan Daging "Diserbu" Warga
Sejumlah warga menyerbu tempat-tempat penggilingan daging di Kota Palembang untuk menggiling daging hewan kurban yang mereka dapatkan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah warga menyerbu tempat-tempat penggilingan daging di Kota Palembang untuk menggiling daging hewan kurban yang mereka dapatkan.
Pantauan Antarasumsel.com di sejumlah pasar tradisional yang memiliki tempat penggilingan daging seperti Pasar Kuto, Pasar Lemabang, dan Pasar 26 Ilir hingga Rabu kemarin, warga cukup ramai mengantre untuk menggiling daging milik mereka.
Di Pasar Kuto sejak usai subuh warga sudah mengantre untuk menggiling daging.
Indah salah seorang warga yang mengantarkan ibunya menggiling daging di Pasar Kuto sejak pagi mengeluh karena terlalu lama menunggu antrean.
"Dari tadi pagi antre baru dapet nomer antrian 20," tukas dia.
Sementara di Pasar 26 ilir antrean baru dimulai pada pukul 10.00 WIB.
"Harus menunggu beberapa lama karena memperbaiki mesin dan baru bisa digunakan sekarang," kata Nurul pemilik penggilingan daging di kawasan 26 ilir tersebut.
Nurul mengakui antusiasme warga untuk menggiling daging kurban miliknya sangat besar usai hari raya Idul Adha.
"Biasa mereka antri sampe sore, tapi kami batasi sampai jam 15.00," ujar wanita berkerudung itu.
Untuk menggiling sekaligus meracik adonan bakso biasanya Nurul mematok harga Rp 25.000 per kilo daging bila menggunakan sagu setengah kilo dan Rp 20.000 per kilo bila sagu yang digunakan hanya seperempat.
"Bumbu kami racik, jadi pelanggan hanya memperhatikan dan membawa hasil adonan," ujar dia.
Salah seorang warga yang menggiling daging, Liana mengaku olahan daging kurban menjadi bakso jadi alternatif yang dipilih keluarganya. (ant)
"Kalo dimasak biasa bosan, dibuat bakso lebih sedap," ujar warga Bukit Lama itu.
Antrean warga yang hendak menggiling daging hasil kurban miliknya pun diperkirakan tetap ramai hingga akhir pekan.