Hampir Tujuh Bulan Jalan Soekarno Hatta Ambles

Saat ini pihak kontraktor dari PU telah mendatangkan material sheetfile dan tiang pancang serta alat berat crane di lokasi.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hampir tujuh bulan amblesnya Jl Soekarno Hatta dekat Balai Besar Wilayah Sungai VIII Ditjen Sumber Daya Air hingga belum juga tuntas.

Saat ini pihak kontraktor dari PU telah mendatangkan material sheetfile dan tiang pancang serta alat berat crane di lokasi.

Akibat tumpukan material ini memakan badan jalan sehingga kendaraan dari arah Musi II kearah Bandara harus ekstra hati-hati.

Kerusakan jalan ini sendiri terjadi Jumat (15/3/2013). Retaknya jalan sepanjang 30 meter ini juga diikuti amblesnya permukaan aspal jalan sekitar satu meter ke bawah membuat pagar besi pembatas tepian jalan menjadi miring sekitar 45 derajat. Kemiringan ambles ini tepat pada rambu garis putih putus-putus.

Keretakan aspal jalan ini yang paling parah lebarnya 10 cm berada di tengah bentuknya seperti akar tanaman berurat-urat.

Beruntung di bawah tepian jalan yang ambles ini tidak ada bangunan. Hanya tebing dan semak.

Sampai kini status jalan ambles yang tak jauh dari BBWS VIII Ditjen Sumber Daya Air Jalan Soekarno-Hatta Palembang hingga kini masih dalam pengerjaan perbaikan.

Padahal sebelumnya dari pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN III) sudah melakukan uji layak fungsi.

"Jalan ambles Jl Soekarno Hatta dekat Balai Besar Wilayah Sungai VIII Ditjen Sumber Daya Air sedang dikerjakan. Kita sudah datangkan crane untuk pasang pancang dan sheetfile agar menahan tembok," kata Kasatker Jalan dan Jembatan Metropolitan Kementerian PU, Ir H Junaidi MT yang dihubungi sedang di Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Lambannya penanganan amblesnya jalan yang diiringi dengan retak-retaknya aspal ini diakui Junaidi lantaran perhitungan yang matang sehingga kerusakan tidak kembali terulang.

"Selain punya kekuatan nahan, ditarik pakai angker. Kalau tidak itu bisa jebol terus. Makanya kita nggak mau buru-buru," kata Junaidi.

Penanganan jalan ini setelah kejadian dipagar police line, cone, dan dinding seng. Barulah lebih dari sebulan dilakukan pengeboran mengambil sample tanah yang untuk selanjutnya diteliti dan dikeluarkan rekomendasi dari Pusjatan (Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan) di Bandung. Sample tanah yang diambil diteliti pihak Sucofindo.

"Kita khawatir ini akan turun lagi. Makanya dibor, diambil sample tanahnya dan sudah dapat semua. Kalau asal perbaikan bisa jebol lagi. Kalau sudah keluar rekomendasinya baru bisa diketahui apakah akan ditembok atau gimana. Nggak bisa tebak-tebak. Ini masih tanggungjawab kontraktor," kata Junaidi.

Sebelumnya Junaidi memperkirakan kemungkinan amblesnya Jalan Soekarno Hatta diprediksi tanah sebagai fondasi dihantam banjir 5 tahunan.

"Prediksi sementara akibat banjir 5 tahunan," kata Junaidi saat kejadian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved