Dekat Asrama Haji akan Dibangun Hotel dan Duplikat Ka'bah

Augie mengakui sudah mengajukan dana penyertaan modal sebesar Rp 60 miliar.

Penulis: Dewi Handayani | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Manajemen Swarna Dwipa berencana membangun kawasan wisata religius di seputaran asrama Haji. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 60 miliar sudah diajukan dalam Raperda dan saat ini masih digodok dalam rapat DPRD Sumsel.

"Jadi dana tambahan penyertaan modal sebesar Rp 60 miliar, akan kami gunakan untuk membangun kawasan wisata religius di seputaran kompleks asrama haji," kata Direktur Utama  Hotel Swarna Dwipa, Augie Yahya Bunyamin kepada Sripoku.com, Kamis (3/10).

Diketahui saat ini, pengelolaan asrama haji juga dilakukan manajemen PD Swarna Dwipa.

Augie mengakui sudah mengajukan dana penmyertaan modal sebesar Rp 60 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun hotel, duplikat ka'bah dan sai di kawasan asrama Haji Palembang.

"Sehingga calon jemaah haji bisa langsung memanfaatkan fasilitas tersebut saat embarkasih," katanya.

Hotel sendiri peruntukkannya untuk penginapan para tamu, penjemput keluarga calon jemaah.

"Selama ini, yang bisa menginap itu calon jemaahnya saja, keluarga penjemput atau pengantar tidak ada tempat. Makanya kami pikir lebih baik dibangunkan hotel sehingga potensi ekonominya akan sangat berkembang," kata Augie.

Hotel sendiri akan dibangun dua lantai dengan 90 hingga 100 kamar. Konsep hotel adalah hotel budget syariah. Dengan pembangunan tiga fasilitas ini, kata dia, kawasan asrama haji akan didesain menjadi kawasan wisata religi.

Tak hanya calon jemaah dan para keluarga calon jemaah saja yang bisa menginap dan memanfaatkan, anak-anak sekolah pun, lanjut Augie, juga bisa memanfaatkannya.

Makanya konsep yang dia susun bersama managemen sudah sangat matang dan saat ini tinggal menunggu persetujuan dari DPRD sumsel.

Jika disetujui, lanjut dia, maka prosesnya langsung bisa dimulai, seperti sistem tender, lelang hingga proses pengerjaan.

"Kalau disetujui, secepatnya bisa langsung dilakukan pembangunan, paling enam hingga delapan bulan sudah bisa kelar,'kata Augie.

Jika ini sudah jadi, dia optimis kawasan di asrama haji akan lebih maju dan ramai. Potensi bisnis pun, diakuinya akan sangat besar.

Lihat saja saat proses embarkasih selama tiga bulan. Banyak sekali orang yang lalu lalang. Para penjemput jemaah juga sangat ramai.

Artinya masih banyak warga umum yang belum tertampung. Inilah yang dinilai Augie berpotensi besar dari sisi bisnis dan ekonomi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved