Islamic Solidarity Games III 2013
Indonesia Juara umum
“Ini tentunya sangat menggembirakan bagi kita semua,” katanya pada jumpa pers di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Indonesia berhasil membuat sejarah baru dengan memastikan diri meraih juara umum dalam ajang Islamic Solidarty Games (ISG) 2013. Kendati masih menyisahkan beberapa nomor pertandingan pada Selasa (1/30) ini, tapi perolehan medali Indonesia yang sudah meraup 34 emas 33 perak dan 33 perunggu, dipastikan sudah tidak terkejar lagi oleh pesaing terdekat yakni Mesir dan Malaysia.
Indonesia yang pada hari Minggu (29/9) kemarin mengemas 29 emas, 29 perak dan 23 perunggu, kini berdasar update terakhir hingga Senin (30/9) malam pukul 21.00 WIB, skuad Merah Putih mampu menambah perolehan medali emas dari cabor wushu (4 medali) dan panahan (1 medali). Medali perak ditambang dari cabor wushu (2), taekwondo (1), bulutangkis (1), sedangkan medali perunggu masing-masing disumbangkan bulutangkis (6), taekwondo (2), panahan (1) dan wushu (1).
Sementara, di posisi kedua sementara masih ditempati Mesir yang mampu terhitung sudah mengamankan 26 emas 26 perak dan 31 perunggu, diikuti Malaysian dengan 26 emas 19 perak dan 27 perunggu. Kedua negara itu dipastikan masih akan bersaing sengit dalam sisa nomor dari cabor wushu dan taekwondo pada Selasa (1/10) ini.
Di cabang olahraga wushu sendiri akan dipertandingkan 7 nomor masing-masing duel taolu putra dan 6 final sanda yaitu kelas 48 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, 65 kg, 70 kg. Sementara di cabang olahraga taekwondo akan mempertandingkan enam nomor kroyugi masing-masing di kelas – 62 kg putri, -80 kg putra, +73 kg putri, -74 kg putra, +87 kg putra.
Deputi I Bidang Pertandingan ISG, Djoko Pramono mengatakan memang berdasar hasil akhir Senin (30/9) kemarin, Indonesia sudah dipastikan juara umum dan tidak akan lagi terkejar oleh negara lain. Apalagi di pertandingan hari terakhir, masih ada beberapa atlet Indonesia yang berpeluang kembali menyumbangkan medali terutama emas.
“Benar sekali. Indonesia sudah bisa dipastikan keluar sebagai juara umum ISG ketiga ini,” katanya melalui pesan singkat kepada Sripoku.com, Senin (30/9/2013).
Chef de Mision (CDM) Indonesia, Ahmed Solihin pun menambahkan keberhasilan Indonesia menjadi juara pada ISG kali ini, jelas diluar dari target sebelumnya yang hanya sebatas peringkat 10 besar saja.
“Ini tentunya sangat menggembirakan bagi kita semua,” katanya pada jumpa pers di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel.
Dia berharap kesuksesan pada ISG ini bisa berlanjut pada SEA Games XXVII di Myanmar nanti. Pasalnya itu merupakan target yang sebenarnya. Apalagi dari penilaiannya, pada cabang olahraga terukur banyak terdapat peningkatan. Meski sang atlet hanya memperoleh perunggu, tapi secara ukuran, atlet tersebut mengalami prestasi yang meningkat.
“Selain itu, ada cabor-cabor yang cukup mengejutkan dan surprise, seperti basket, wushu, angkat besi dan cabor lainnya yang mampu memperoleh emas,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Ketua INAISGOC Rita Subowo menambahkan, untuk acara closing ceremony 3rd ISG 2013 yang akan dilangsungkan malam nanti dipastikan akan ditutup secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Rencana semula Wakil Presiden Boediono yang akan menutup secara resmi ISG kali ini, tetapi karena beliau ada urusan yang lebih penting, maka Menpora yang akan melakukan prosesi penutupan.
“Pelaksanannya pun dipastikan akan lebih simple dibandingkan saat pembukaan, mengingat acara yang berlangsung pun cukup singkat,” ujarnya
Menurutnya, pada acara penutupan itu akan ada ceremony penyerahan bendera ISG dari Pemprov Sumsel selaku panitia daerah ke pada KOI dan diteruskan kepada Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF). Selanjutnya, bendera akan diserahkan kepada CDM Azerbaijan selaku tuan rumah perhelatan ISG selanjutnya.
“Sebagai panitia pusat, kita mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang terkait dalam hal ini Pemprov Sumsel dan seluruh jajajarannya dan juga masyarakat Palembang atas partisipasinya mensukseskan 3rd ISG kali ini,” ucapnya.
Ditanya mengenai pemberlakuan tiket masuk sendiri? Rita menegaskan pihaknya masih akan memberlakukan itu, demi faktor keamanan dan menghindari kekisruhan akibat terlalu membludaknya penonton. Kemudian pula, pemberlakuan tiket ini pun bisa menjadi pemasukan pemenrintah daerah dan sudah pasti akan dipertanggungjawabankan.
“Pastinya pihak panitia punya pertimbangan khusus. Seperti pada cabor sepakbola, ada kebijakan khusus untuk menurunkan harga tiket, sehingga tribun stadion kemarin full," terangnya.