Islamic Solidarity Games III 2013
Yakup Alkan Tebus Kesalahan
“Tapi meski tak jadi juara, kekecewaan sedikit terobati dengan berhasil keluar sebagai juara ketiga,” katanya dalam konfrensi pers usai pertandingan
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG—Timnas sepakbola Turki akhirnya mampu mengamankan medali perunggu dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) ke-III 2013. Kepastian itu didapat setelah Yakup Alkan dan kawan-kawan berhasil menekuk Timnas Saudi Arabia dengan skor 2-1, dalam perebutan juara ketiga di stadion gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (29/9/2013).
Dua gol kemenangan Turki ini diborong oleh Yakup Alkan menit ke-12 dan menit ke-19, pemain yang gagal mencetak dua kali penalti saat bertemu Indonesia pada babak semifinal lalu. Sementara Saudi Arabia dicetak Alghamdi Abdulrahman Kamel menit ke-53.
Pelatih Turkey Ersoy Saldaci mengatakan, timnya bermain sangat baik. Meski perebutan juara ketiga anak asuhnya tetap bermain maksimal. Sebenarnyaa berlaga di ISG, Alkan dan kawan-kawan ditargetkan harus dapat keluar sebagai juara pertama ISG. Akan tetapi langkah anak asuhnya terhenti lewat adu penalti dengan Indonesia 7-6 sebelumnya.
“Tapi meski tak jadi juara, kekecewaan sedikit terobati dengan berhasil keluar sebagai juara ketiga,” katanya dalam konfrensi pers usai pertandingan
Dikatakan, bila pertandingan melawan Arab, pemainnya sangat mendomonisi pertandingan. Khususnya dalam penguasaan sepakbola benar-benar menjadi pemilik Turki. Dibabak pertama Alkan cs benar-benar sangat menjanjikan. Akan tetapi dibabak kedua harus kedodoran. Permainan anak asuhnya sedikit kendor sehingga Arab dapat melakukan tenakan padaa pertahanan Turki.
Ditambah dengan sedikit bermain keras yang diperagakan pemain Arab. Pemain Turkey sedikit kesulitan, akan tetapi pemain pada akhirnya dapat menguasa keadaan.
“Pertandingan berlangsung keras. Tapi kami berhasil kuasai keadaan,” ungkapnya.
Diakuinya kunci kesuksesan Turkey menekuk juara bertahan ini tak lain dengan coba melakukan penguasaan bola. Pemainnya selalu coba merebut bola dari kaki pemain Arab dan selalu memberikan menutup semua pergerakan pemain juara bertahan ISG ini.
“Strategi kami sebenarnya cuma berusaha kuasai bola dalam pertandingan terakhir ini. Jangan beri kesempatan pada mereka untuk menekan kami,” ujarnya.
Pemain menjalankan intruksi dengan sangat baik. Polpotition benat-benar menjadi milik Turkey dan Arab kesulitan mengembangkan permainannya sehingga dapat menekuk Timnas Arab dengan skor tipis 2-1. Kemenangan dari Arab sedikit memberikan suntikan mental dan pengobat pelipur lara lepasnya juara ISG tahun ini.
“Saya apresiasi kerja keras pemain, mereka bermain sangat baik dan melawan Arab memperebutkan juara ketiga, tak kalah bergengsinya di laga final, tapi kami juga minta maaf dengan kesalahan yang kami buat, terimakasih penyelenggaraan yang baik dan tuan rumah yang baik,” lugasnya. (cw2)