Islamic Solidarity Games III 2013

Atletik Borong Dua Emas Plus Satu Perunggu

“Saya tidak menduga kalau bisa meraih medali emas, sebab ini bukan nomor spesialisasi saya,”

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Timnas Indonesia dari cabor atletik akhirnya mampu menyumbangkan medali emas pada hari keempat pelaksanaan ajang Islamic Solidarity Games (ISG) III, di Venue Atletik Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (28/9). Tak tanggung-tanggung dua emas langsung diborong yakni melalui Dedeh Erawati di nomor lari 100 meter gawang putri dan Eki Febri Ekawati dari nomor lempar lembing putri. Plus satu medali perunggu dari nomor 4x100 meter estapet putra atas nama Bobi Yaspy, Fadlin, Sapwaturrahman dan Iswandi.

Dedeh sendiri sukses mengibarkan bendera merah putih untuk pertama kalinya di cabor atletik setelah mencatatkan waktu terbaik 13.54 detik. Sementara medali perak direbut pelari Maroko Yamina Hjaji 13.96 detik dan posisi ketiga di tempati Raja A Raja Nursheena dari Malaysia 13.98 detik.

“Pastinya senang sekali bisa mengharuskan nama Indonesia di ajang ISG kali ini. Sejak awal saya sudah optimis bisa mengamankan medali emas dan akhirnya benar-benar terwujud,” kata Dedeh usai prosesi pengalungan medali.

Begitupun dengan Eki Febri Ekawati pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Lajang kelahiran 18 Februari 1992 itu mampu menjadi yang terbaik, setelah sukses melakukan lemparan sejauh 34.37 meter. Medali perak diraih atlet asal Oman, Al A Hiba Hamood dengan lemparan sejauh 33.03 meter dan medali perunggu diraih Marwa Najjar dari Tunisia dengan lemparan sejauh 30.76 meter.

“Saya tidak menduga kalau bisa meraih medali emas, sebab ini bukan nomor spesialisasi saya,” kata atlet yang sudah menyumbangkan medali perak di nomor tolak peluru itu.

Bahkan Eki mengaku tidak ada persiapan sama sekali untuk turun dalam nomor lempar lembing kemarin. Namanya hanya dimasukkan oleh PB PASI untuk mencukupi kouta dari minimal 3 negara yang dipersyaratkan.

“Nama saya dimasukkan setelah peserta dari Tunisia mengundurkan diri. Makanya saya tidak ada persiapan sama sekali, tapi bersyukur malah dapat emas,” ucap peraih perak pada Asean University Games di Laos 2012 lalu.

Sementara, untuk medali perunggu yang diraih dari nomor 4x100 meter estapet putra. Bobi Yaspy, Fadlin, Sapwaturrahman dan Iswandi mampu menjadi tercepat ketiga dengan torehan waktu 40.37 detik, kalah cepat dari tim Oman dan Arab Saudi yang menggondol emas dan perak dengan catatan waktu 39.72 detik dan 40.20 detik.

Fokus SEA Games

Pelatih Lari Gawang Indonesia, Kikin Luhudin mengatakan, sejak awal dirinya sudah optimis Dedeh bisa menjadi yang tercepat. Apalagi pada saat starlist dia memperoleh hasil terbaik.

“Kita sudah mengetahui kekuatan mereka kecuali Turki. Tiap tahun kan ada grand prix atletik Asia, jadi kita sudah mengetahui kekuatan lawan. Kalau Turki kan memang berbeda, karena mereka ikut di grand prix eropa,” ungkapnya.

Meski puas dengan hasil ini, namun dari segi catatan waktu, Kikin mengatakan jika hasil itu masih jauh dari maksimal. Apalagi dikejurnas belum lama ini Dedeh bisa memperoleh waktu 13.39 detik. Dedeh sendiri memiliki waktu terbaik 13.18 detik yang dicatatkannya pada kejuaraan atletik Taiwan Open tahun 2012 lalu yang merupakan kualifikasi olimpiade.

“Setelah ini Dedeh akan fokus di SEA games dan mencari limit buat ASIAN games 2014 Korea, targetnya 13.15 biar lolos,” ujar Kikin.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved