Islamic Solidarity Games III 2013
Target Beregu Putri Meleset
"Di tunggal putri kedua, Fitriani kita harapkan bisa menang, tapi ternyata kalah.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Target tim beregu putri Indonesia dalam cabang bulutangkis pada Islamic Soliarity Games (ISG) III, meleset. Kemenangan yang seharusnya bisa diraih, malah harus menelan kekalahan dari Malaysia. Terutama dalam tim beregu tunggal putri Indonesia yang ditargetkan memenangkan pertandingan tiga dari lima pertandingan tersebut.
Pada pertandingan pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil mengalahkan Malaysia yakni antara Lim Chiew Sien dan Intan Dwi Jayanti dengan dua set langsung 14-21 dan 20-22. Namun, dalam empat pertandingan selanjutnya yakni di dua regu tunggal dan dua ganda putri, Indonesia menelan kekalahan atas Malaysia.
"Pertandingan pertama, sudah menang. Tapi ternyata di regu tunggal putri selanjutnya kita kalah. Padahal untuk tunggal putri, prioritas menang," kata asisten pelatih tunggal putri, Dimas Indra Prasetyo usai laga di gedung GOR Dempo Jakabaring Sport City, Rabu (25/9/2013).
Prioritas kemenangan atas Malaysia pada tim tunggal putri menurutnya memang terbuka. Mengingat, Malaysia dianggapnya sangat solid pada tim beregu ganda putri. Dirinya pun sangat berharap akan mengalahkan Malaysia pada tunggal putri. Sebab, apabila menang, untuk mendapatkan emas dalam tim beregu semakin lebar.
Namun kini, dengan kekalahan 4-1 atas Malaysia pada tim beregu putri tersebut, Indonesia berharap Malaysia bisa mengalahkan Turki pada pertandingan selanjutnya."Berharap Malaysia memenangkan pertandingan atas Turki. Bisa jadi, kalau Turki kalah, kita bisa meraih perunggu," katanya.
Dalam lima pertandingan tim beregu putri, Indonesia hanya menang pada tunggal putri. Sementara, di empat laga selanjutnya Indonesia selalu kalah. Menurut Dimas, penyebab kekalahan tersebut selain mengakui Malaysia memiliki skuad terbaik yang diakuinya lebih berpengalaman dan matang juga merupakan timnasnya. Sementara, pemain Indonesia dianggapnya masih belum matang dalam mental dan masih minim pengalaman.
"Di tunggal putri kedua, Fitriani kita harapkan bisa menang, tapi ternyata kalah. Terus Priskilia juga demikian. Mungkin untuk priskila, semangatnya kendor, karena Indonesia tertinggal jauh," ujarnya.
Sementara di pertandingan tim beregu putra, Indonesia juga kalah atas Malaysia dengan skor 3-2. Kemenangan Indonesia atas Malaysia diraih pasangan Danang Hariandika-Ivan Gunardi melawan Nelson Heg Wei Keat-Yew Hong Khen. Kemenangan itupun dilalui dengan susah payah yakni 21-18, 18-21 dan 21-17.
Selain itu, tim beregu tunggal putra antara Chong Yee Han Melawan Rohmat Abdul Rohman juga dimenangkan Indonesia dengan poin 21-18 dan 21-18.
Manager Timnas bulutangkis putra putri, Endang Derajat, mengakui hasil yang diraih karena kualitas pemain Indonesia masih di bawah Malaysia. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi atas semangat yang ditunjukkan atlet bulutangkis selama bertanding. Setelah selesainya gelaran ISG ini, dirinya akan mengevaluasi para pemain mengingat timnas bulutangkis Indonesia masih mengalami penurunan kondisi fisik dan performa.
"Secara kualitas memang kita dibawah performa terbaik Malaysia. Tapi tetap saya mengapresiasi atas semangat anak-anak. Menang atau kalah hal yang biasa mengingat atlet yang turun ini, merupakan pemain timnas pelapis ke tiga dan usianya masih muda-muda semua," ujarnya.(Andi/TS)
Hasil pertandingan tim beregu putra/i Malaysia vs Indonesia:
Women's team (4-1)
Lim Chiew Sien vs Intan Dwi Jayanti
14-21/20-22