Wah, Kuli Bangunan Miliki Senpi Revolver
Lantaran memiliki senjata api tanpa izin, Marwan terpaksa diamankan petugas dan kini mendekam di sel tahanan Polresta Palembang.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lantaran memiliki senjata api (senpi) tanpa izin, Marwan als Sukirman (31), terpaksa diamankan petugas dan kini mendekam di sel tahanan Polresta Palembang. Marwan dijemput petugas Sat Reskrim di rumahnya Jalan Gub H Bastari Jakabaring Kecam SU I Palembang, Sabtu (21/9/2013).
Dari tangan pria yang mengaku sebagai buruh bangunan ini, petugas mendapatkan barang bukti senpi organik jenis revolver berikut enam butir peluru aktif. Kondisi senpi yang didapatkan tampak kotor dan sedikit usang. Namun senpi dipastikan masih bisa berfungsi.
Diketahui Marwan memiliki senpi, setelah adanya laporan warga yang melaporkan adanya keributan dan Marwan mengeluarkan senpi yang dimilikinya. "Aku beli senjata itu seharga satu juta dengan kawan di daerah Keramasan. Aku lupo siapo nama kawan itu. Aku dijemput polisi di rumah Jakabaring. Aku beli senpi itu untuk jaga diri dan tidak pernah untuk menodong," ujar Marwan.
Saat menjalani pemeriksaan petugas penyidik, pria bertubuh besar dan belum menikah ini mengakui mengalami gangguan jiwa. Bahkan salah seorang keluarganya mendatangi petugas dan mengatakan Marwan pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena gangguan mental.
"Senpi itu baru satu hari dengan aku dan tidak pernah aku pakai. Aku itu cuma melerai dan tidak ikut ribut. Karena yang ribut itu keluarga aku sendiri. Aku memang pernah dirawat di rumah sakit jiwa dan sudah lama keluar. Saat ini mungkin aku ini sudah sehat," ujar Marwan yang selalu tersenyum.
Meskipun keterangan Marwan selalu berubah-ubah saat dimintai keterangan, kini Marwan masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kepemilikan senpi sebagai barang bukti. Pastinya Marwan dijerat dengan undang-undang darurat tentang kepemilikan senpi.
"Masih diperiksa petugas. Pastinya akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sebenarnya," ujar Kompol Djoko Julianto, Kasat Reskrim Polresta Palembang.