Beras Oplosan Diduga Disalurkan untuk Raskin di Lahat
Diduga kuat beras campuran antara kualitas sedang dan tidak layak konsumsi tersebut, akan dibagikan kepada sebagai raskin.
SRIPOKU.COM, LAHAT - Sebuah gudang pengoplosan beras di Jl RE Martadinata Kelurahan Bandara Agung Kota Lahat, digerbek anggota Polsek Kota Lahat, Kamis (19/9/2013) sore. Diduga kuat beras campuran antara kualitas sedang dan tidak layak konsumsi tersebut, akan dibagikan kepada rakyat untuk beras miskin (Raskin). Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan di Mapolres Lahat, untuk kepentingan penyidikan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat, mengenai adanya pengoblosan beras di Kawasan Bandar Jaya Kota Lahat. Mereka kemudian melakukan penyelidikan, dengan melakukan pengintaian selama beberapa lama.
Setelah melakukan pengawasan dan cukup bukti, anggota Polsek Lahat langsung melakukan penggerbekan di sebuah gudang di Jl RE Martadinata Kelurahan Bandar Agung Kota Lahat milik As (45). Saat disergap di gudang tersebut terdapat enam orang pria pegawai gudang, yang sedang sibuk bekerja. Mereka pun terkejut dengan kedatangan polisi, dan langsung menghentikan aktivitas.
Rupanya mereka sedang sibuk mengoplos beras, dari satu karung ke karung yang lain. Beras yang dioplos merupakan perpaduan kualitas baik, dengan beras yang sudah tidak layak konsumsi. Semua digabung dalam satu buah karung ukuran 50 Kg, yang diduga akan didistribusikan ke Badan Logistik (Bulog) Kabupaten Lahat untuk keperluan raskin.
Polisi lalu membawa enam orang pegawai, termasuk As pemilik gudang untuk dimintai keterangan. Selain itu 100 karung beras ukuran Rp 50 Kg kualitas baik dan 50 karung beras tidak layak konsumsi, untuk kepentingan penyidikan.
Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto melalui Kapolsek Kota AKP M Nuh menjelaskan, pihaknya memang sudah melakukan penyelidikan beberapa hari setelah menerima informasi dari masyarakat. Mereka sempat kesulitan, karena aktivitasnya berlangsung tertutup dengan memiliki pagar cukup tinggi. Sehingga apapun kegiatan di dalamnya, tidak diketahui orang diluar.
Dari hasil intorgasi, 100 karung beras kualitas sedang akan dicampur dengan 50 karung beras tidak layak konsumsi. Takarannya dalam satu karung ukuran 50 kg berisi satu per tiga beras kualitas sedang, dan seperempat karung.
Namun mengenai informasi beras oplosan tersebut disalurkan ke Bulog Kabupaten Lahat, M Nuh masih enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya ada indikasi ke arah sana, namun pihaknya masih harus melakukan pembuktian lebih dulu. Saat ini kasusnya sudah ditangani Reskrim Polres Lahat, untuk penyelidikan lebih jauh.
"Kasusnya masih terus diselidiki, dan saat ini ditangani Polres Lahat," ujar M Nuh. (tommy s)