Islamic Solidarity Games III 2013
Tinggal Harapkan Perunggu
"Dari sisi skor kita memang kalah telak, namun ini merupakan pelajaran mahal yang akan berguna untuk persiapan SEA Games XXVII
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Timnas Basket Putra Indonesia masih menaruh harapan terakhir untuk mengejar medali perunggu dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) III. Tertutupnya peluang mengejar emas ataupun perak setelah takluk atas Tim Turki, dengan skor telak 34-79 di Palembang Sport And Convention Centre (PSCC), Rabu (18/9).
Pelatih Timnas Indonesia Tjetjep Firmansyah mengatakan kekalahan atas Turki kemarin jelas menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Turki diakui merupakan tim papan atas dunia diakui pelatih Tjejep Firmansyah membuat anak asuhnya sulit mengembangkan permainan.
"Dari sisi skor kita memang kalah telak, namun ini merupakan pelajaran mahal yang akan berguna untuk persiapan SEA Games XXVII Myanmar nanti. Tapi secara keseluruhan memang ada penurunan permainan dibandingkan dua laga sebelumnya," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dirinya menyoroti field goal anak asuhnya yang cukup buruk dalam laga ini. Kini pihaknya akan fokus ke laga melawan Kuwait untuk merebut medali perunggu. Jika melihat permainannya diprediksi timnya akan bisa mengamankan kemenangan. "Kalau kita tidak ada kendala, kita bisa mengamankan medali perunggu. Sebab, untuk meraih perak pun sudah sangat sulit," terangnya.
Dalam laga ini, poin tertinggi untuk Indonesia dicetak Bonanza Siregar dengan 8 poin diikuti Cristian Ronaldo dengan 7 poin. Ronaldo sendiri mengakui keunggulan lawan dan menyebut pertemuan melawan Turki merupakan kesempatan mahal yang jarang didapatkan. “Tidak setiap saat kami bertemu tim papan atas dunia, jadi meski kalah namun banyak hal positif yang kami dapatkan,” ujarnya singkat.