Setor Pajak Casino Hongkong 40 Persen

Lantaran menang namun lawan justru sedih karena harus merelakan koin pasangan berpindah tempat.

Tayang:
Penulis: Dewi Handayani | Editor: Hendra Kusuma

RATUSAN orang berkumpul di satu ruangan besar. Mereka menyebar di beberapa meja, saling melingkar satu sama lain. Tatapan mata fokus ke angka-angka ditengah meja. Satu tangan menjulur, meletakkan koin yang bagian bawah memuat angka-angka kartu. Hati deg-degan ketika petugas mengocok kartu dengan mesin, lalu kartu dibagikan. Ada yang tersenyum riang, lantaran menang namun lawan justru sedih karena harus merelakan koin pasangan berpindah tempat.

Itulah pemandangan pada salah satu meja rolet di Venetian Resort Hotel Casino Macau. Ya, bangunan mewah 57 lantai dengan 3.000 kamar tidur plus supermal. Venetian adalah pusat judi di “Kota Judi” Macau. Lokasi itu berdenyut 24 jam, seiring berputarnya ratusan meja rolet di lantai dasar yang sangat luas dan klasik. Satu jutaan orang hilir mudik di lokasi itu setiap harinya. Sripo berkesempatan mengunjungi Macau.

Perjalanan dimulai dari Hongkong menggunakan kapal feri. Perjalanan laut hanya ditempuh satu jam. Begitu tiba di pelabuhan, Sripo sempat kaget lantaran antrian sangat panjang di pintu imigrasi, padahal bukan liburan. Pendatang tak hanya orang Asia, namun beberapa diantaranya dari Eropa dan Amerika. Tujuan ke Macau rata-rata khusus mengadu peruntungan. Memang banyak yang menyebut Macau adalah las vegasnya Asia.

Waktu dua jam dihabiskan sia-sia untuk antri di ruang imigrasi. Namun untungnya prosesnya lumayan cepat begitu paspor Sripo di cek. Begitu keluar pintu pelabuhan, rombongan langsung disambut duta wisata Macau. Mereka terdiri tiga empat wanita cantik, semua tamu disalami sambil diberikan sovenir berupa kipas khas Macau. "Ini memang tradisi, istilahnya untuk ucapan selamat datang,'kata Viona, pemandu wisata yang langsung menyambut kedatangan rombongan. Usai santap siang, Viona langsung mengajak ke kompleks Venetian.

Venetian, menurutnya adalah ikon Macau. Venetian merupakan sebuah hotel, supermall yang memuat gedung bekas koloni Portugal yang dipulangkan ke Cina sejak 20 Desember 1999, didalamanya terdapat supermall dan beberapa ruang casino yang megah dan mewah. Arsitektur bangunan khas portugas dengan ornamen bergaya spanyol yang sangat mewah. Rasanya waktu seharian tidak akan cukup untuk mengelilingi Venetian yang sangat eksostis dan mewah. Begitu kaki melangkah kedalam, pandangan mata langsung takjud karena bagian dalam dipenuhi ornamen gaya mediterania dengan lapisan dinding berwarna keemasan. Patung dinosaurus yang tinggi dan besar langsung menyambut kedatangan para tamu.

Di lantai satu memuat puluhan tenant produk-produk branded. Namun begitu lift mengarah ke lantai tiga, Sripo dibuat lebih takjud lagi karena atas atau bagian atap mall menyerupai langit-langit putih dan biru. Berada dalam Venetian serasa kita berada disatu kota yang indah. Tidak tampak sekali bahwa bangunan ini merupakan kompleks supermall. Kita seakan berada dalam kota khusus yang dipenuhi gedung-gedung tempat tenant-tenant bermerek menjajakan dagangan. Serunya lagi dibaian tengah Venetian dibuat aliran air menyerupai kolam tempat lalu lintas Gondola. Gondola adalah semacam perahu yang ukirannya kiri-kanannya indah dan mewah.

Di dalamnya memuat empat hingga lima orang yang duduk sambil berkeliling menyusuri aliran air di kolam Venetian. Uniknya lagi sang pemegang kemudi, akan bernanyi lagu-lagu spanyol menghibur pengunjung dengan suara sopran yang memukau. Tangan mengayuh perahu sementara mulut bernyanyi. Terbayangkan serunya. Untuk satu kali naik Gondola pengunjung wajib bayar 118 ribu hongkong dolar. Banyak juga yang memanfaatnya sambil berfoto diatas perahu yang letakknya persis ditengah-tengah mall Venetian.

Venetian ini dianggap sebagai surga judi dan surga belanja karena didalamnya memuat ratusan tenant branded yang sudah mendunia. Kata Viona, Casino merupakan perekonomian yang paling tumbuh subur di Macau. Bahkan pemerintah sudah mewajibkan para pengelola Casiona menyetorkan pajak hampir 40 persen dari pendapatan Casino, semuanya tidak masalah. Justru Casino makin tumbuh subur, bahkan beberapa pengusaha yang dulunya punya restoran atau bisnis lain, mulai beralih ke bisnis Casino karena memang lebih menguntungkan. "Bayangkan gaji petugas yang membagikan kartu di Casino saja bisa capai Rp 17 juta perbulan jika dihitung dalam rupiah,'kata Viona. Peminat Casino di Macau sangat tinggi, tak hanya dari Hongkong bahkan pengunjung dari benua Eropa dan Amerika juga tinggi.

Macau sendiri, kata Viona, adalah satu kawasan mungil dengan luas total 29,5 km2 yang terdiri atas tiga pulau. Namun, daerah yang berpenduduk 544.600 jiwa itu dipenuhi gedung pencakar langit dan beberapa jembatan antarpulau, termasuk yang menghubungkan langsung dengan daratan Cina.

Macau memang identik dengan kota adu peruntungan, karena itu pula nyaris satu juta orang datang dan pergi setiap hari dari dan ke kota mungil itu. Rata-rata satu tujuan, mengadu nasib di meja kasino. Sedikitnya terdapat 41 buah kasino yang rata-rata terkoneksi dengan hotel berbintang empat dan lima. Las Vegas ala Asia ini begitu diminati. Tingginya pembangunan Casino karena judi

Menurut Viona, sosok pria Stanie Ho (90) adalah figur sentral di belantara kasino Macau. Lelaki gaek yang punya istri empat ini memiliki 35 unit kasino di Macau. Bukan itu saja, Stanie Ho juga memiliki jaringan hotel papan atas serta armada feri berlabel Cotai Strip Water Jet atau jet air antara Hong Kong dan Macau. Ya, Stanie Ho adalah figur terkaya Macau. Stanie Ho juga memelihara kunjungan ke arena judinya dengan membangun jembatan antarpulau dan jalan highway secara pribadi. Semua itu untuk memudahkan akses menuju meja peruntungan miliknya. Termasuk angkutan gratis berupa bus antarkasino serta berujung ke pelabuhan feri menuju Hong Kong atau border menuju Cina daratan.

Dengan kata lain, jika pengunjung sudah “habis” di meja judi, Stanie Ho siap mengantar hingga perbatasan, untuk pulang. Tidak memandang apakah itu kaum muda enerjik atau manula sekalipun.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved