YLKI: Awasi Pasokan Daging ke Pasar Tradisional
YLKI Lubuklinggau meminta instansi terkait memperketat pengawasan terhadap pasokan daging ke pasar tradisonal.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan meminta instansi terkait memperketat pengawasan terhadap pasokan daging ke pasar tradisonal setempat, karena berpeluang ada daging tak layak konsumsi dijual.
"Menjelang Lebaran, permintaan daging di masyarakat akan meningkat, dan pasokan dari luar juga berpeluang tinggi masuk ke daerah ini, karena Lubuklinggau merupakan kota perdagangan," kata Ketua YLKI Lubuklinggau Nurussulhi Nawawi, Sabtu (3/8/2013).
Ia mengatakan, tentunya siapapun tidak ingin membeli daging dari ternak yang sakit, dan dipotong di sembarang tempat.
Pihaknya melihat indikasi pasokan daging tak layak konsumsi ke pasar tradisonal di Lubuklinggau cukup tinggi, dan pasokan daging ilegal juga cukup tinggi.
Apalagi, kata dia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat berupaya menekan harga daging menjelang H-1 Lebaran di bawah Rp 100 ribu per kilogram, dengan harapan tidak memberatkan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kota Lubuklinggau Farida Aryani mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan daging oplosan yang dijual pedagang setempat.
Namun, menjelang Lebaran, tidak menutup kemungkinan ada pasokan daging dari luar kota.
Sedangkan stok dipastikan mencukupi, karena setiap desa ada warga masyarakat yang memotong ternaknya.
Ia menjelaskan harga daging sapi dan daging ayam yang dijual pedagang pengecer di Kota Lubuklinggau saat ini belum naik.
Menurut dia, menjelang Lebaran nanti diperkirakan terjadi kenaikan harga sekitar sepuluh persen. (ant)