Islamic Solidarity Games
Jelang ISG Lampu PSCC Pindah ke GOR Ranau
Semua keperluan mulai peralatan dan perlengkapan tidak masalah. Hanya penerangan saja yang perlu ditambah dan panitia memutuskan
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - GOR Ranau yang menjadi venue bulutangkis, salah satu cabang olahraga (cabor) Islamic Solidarity Games (ISG) sudah sekitar 85 persen siap pakai.
Bahkan, dipastikan minggu kedua Agustus sudah rampung. Semua keperluan mulai peralatan dan perlengkapan tidak masalah. Hanya penerangan saja yang perlu ditambah dan panitia memutuskan memindahkan lampu di PSCC.
"Pihak Phillips yang mengerjakan. Kalau untuk penerangan kita hanya perlu waktu tiga hari saja memindahkan lampu penerangan itu, sebab semuanya sudah ada masalah. sebenarnya, karena sudah 85 persen GOR siap pakai, bahkan 15 Agustus nanti sudah siap, meski pertandingan cabor bulu tangkis baru digelar 22 September," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Pengprov PBSI Sumsel, Apriadi kepada Sripoku.com, Selasa (30/7/2013).
Menurut Apriadi, persoalan untuk cabang olahraga bulu tangkis sudah beres, GOR Ranau hanya sedikit saja perlu dipoles dan semua sudah siap pakai. Karena khususnya panitia inti ISG sudah disiapkan PB PBSI sejak Mei lalu. Bahkan, Juli mereka sudah siap bekerja, namuan karena adanya pemindahan tempat sehingga akhirnya Sumsel yang ditunjuk.
"Sumsel hanya menyiapkan panitia suporting, yang mempersiapkan dari sisi teknis, misalnya gedung, akomodasi, dan keperluan lainnya. Khusus di cabor bulu tangkis, kita di sini sifatnya tenaga pendukung, panitia inti, wasit dan perngkat pertandingan serta peralatan semuanya disiapkan dari dari pusat dan sudah tidak ada persoalan," jelas Apriadi.
Pria yang menjabat Kepala Dinas Sosial Sumsel ini, juga mengatakan, GOR hanya perlu dipoles saja dan disiapkan oleh pihak Dinas PU, seperti memperbaiki kelistrikan dimana gardu di kawasan itu sempat meledak dan kini sudah diperbaiki dan dipasang, kemudian ada pula kebocoran atap yang sudah dalam proses perbaikan.
"Rencananya akan dipasang plastik di bagian atapnya sebagai pelapis, sehingga air tidak merembes masuk jika hujan," jelas mantan Manajer Persimuba ini.