SFC vs Persela
Tantan-Popon Jadi Momok Persela
Dua pemain Sriwijaya FC, Tantan dan Ponaryo Astaman menjadi hal yang ditakuti Persela Lamongan dalam laga nanti.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Head Coach Persela Lamongan, Didik Ludianto pun tak sungkan memuji striker lokal Sriwijaya FC, Tantan. Menurutnya mantan pemain Persitara Jakarta Utara itulah yang berpotensi besar bakal merepotkan setiap lini pertahanan timnya, saat bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Kamis (11/7) malam ini.
“Pemain yang paling berbahaya di SFC sebenarnya ada dua yakni Tantan dan Hilton Moreira, tapi Hilton kan sudah pindah ke Persib. Jika Hilton mengandalkan skill dan kecepatannya maka Tantan tak sungkan untuk beradu fisik dengan pemain belakang lawan, dan kelebihan itulah yang menjadikannya sulit dikawal,” katanya, Rabu (11/7/2013).
Menurutnya, meski sudah dipastikan bakal menjaga pergerakan Tantan, lalu bukan berarti lawan lainnya akan dilepaskan begitu saja. Dia tahu betul permainan SFC tidak hanya mengandalkan skill individu pemainnya semata tapi lebih pada kerja sama tim. Untuk itu pihaknya sudah memiliki strategi untuk mengacaukan permainan tim Laskar Wong Kito, yakni dengan menghentikan pergerakan Ponaryo Astaman yang dinilai sebagai otak serangan.
“Ponaryo saya anggap sebagai orang pertama yang mengatur permainan tim. Makanya pemain kita wajib terus menekan Ponaryo, jika mengingingkan permainan lawan tidak berkembang,” paparnya.
Dikatakan, untuk dapat mewujudkan hal itu dia terus meminta pada anak-anak asuhnya agar tampil tanpa beban dan bermain lepas di sepanjang pertandingan. Jangan sampai dukungan suporter dari tim tuan rumah malah membuat mental bertanding timnya kendor dan hal inilah yang harus dihindari. Samsul Arif dan kawan-kawan harus bisa mengatasi tekanan itu dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi meraih hasil maksimal.
“Kita harus bisa menjaga ritme permainan tim sendiri agar target mencuri poin bisa tercapai,” paprnya
Meski dipastikan minus sang playmaker, Gustavo Lovez yang harus menjalani sanksi hukuman akumulasi kartu kuning, namun lanjut Didik, pihaknya tidak terlalu bingung untuk menyiapkan pemain pengganti. Beberapa nama pemain bisa diplot untuk menggantikan peran Gustavo, seperti Catur pamungkas, Arifki Eka Putra, Fandi Eko Utomo dan Inkyun Oh.
“Kita memang kehilangan Gustavo, tapi kabarnya SFC juga tidak bisa memainkan dua pemainnya, yakni Dzumafo dan Ahmad Jupriyanto. Pastinya ini juga keuntungan buat kami,” ujarnya.