Palembang Banjir
Ngadu ke Lurah Justru Kami Dimarahi
"Ngadu ke lurah justru kami dimarahi. Katanya banjir tuh la biaso dimano-mano," ucapnya.
Penulis: Deryardli | Editor: Sudarwan
Menurut Ketua RT 11 Zakiminoto, sampah dan tanaman keladi di sungai tersebut menghambat buangan air.
Praktis kondisi tersebut merendam rumah warga hingga lutut orang dewasa.
"Memang sungai jadi buntu oleh keladi dan sampah. Warga sempat kerja bakti menebas keladi dan membuang sampah. Kemudian tumbuh lagi, sampai warga tebas lagi untuk membuka aliran sungai selebar 2 meter," ungkapnya kepada Sripoku.com, Selasa (11/12/2012).
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tahun lalu. Mengadukannya ke pihak kelurahan pun sering. Namun menurut mereka tak digubris.
"Ngadu ke lurah justru kami dimarahi. Katanya banjir tuh la biaso dimano-mano," ucapnya.
Pantauan Sripoku.com hingga pukul 13.00 WIB, banjir belum juga surut. Ratusan warga hanya bisa pasrah menunggu tindakan kongkrit pemerintah.