Warga Jual Perhiasan Untuk Ongkos Balik
Toko mas yang buka di Pangkalanbalai diserbu warga yang ingin menjual emas yang dimilikinya untuk modal perkawinan atau balik ke tempat asal.
Tayang:
Penulis: Saifudin Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/SYAIFUDDIN ZUHRI
Beberapa orang warga tengah menjual perhiasan di toko emas Biduri Indah di Pasar Pangkalanbalai, Kabupaten Banyuasin.
SRIPOKU.COM, PANGKALANBALAI – Sejumlah toko emas yang beroperasi di Pasar Pangkalanbalai, Banyuasin mulai diserbu warga, baik warga pendatang yang berasal dari Pulau Jawa yang sedang pulang kampung selama lebaran, maupun warga Pangkalanbalai sendiri.
Pemandangan berbeda disejumlah toko emas yang berada di jantung Kota Pangkalanbalai itu, bukan lantaran banyaknya warga yang hendak membeli perhiasan. Sebaliknya, kedatangan para warga masyarakat itu dengan maksud untuk menjual kembali perhiasan yang mereka miliki.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku alasan menjual perhiasan cukup bervariasi mulai untuk ongkos kembali ke tempat kerja yang ada di Pulau Jawa, sampai ongkos untuk pesta perkawinan anak.
M Yunus (30), saat ditemui di toko emas Biduri Indah di Pasar Pangkalanbalai, Kamis (23/8/2012) mengaku, menjual perhiasan lantaran kehabisan ongkos untuk kembali ke tempat kerja di Jawa Barat.
“Uang saya habis untuk lebaran di kampung, ya untuk ongkos balik lagi hanya dengan menjual perhiasan," katanya.
Pria yang bertugas sebagai sekuriti disalah satu perusahaan properti ini cukup banyak membawa uang untuk pulang kampung. Namun dari sejumlah uang yang dimilikinya di bagikan untuk sana keluarga sebagai hadiah lebaran. “Saya sudah lama nggak pulang kampung sehingga kesempatan pulang kampung tahun ini, saya manfaatkan untuk berbagi rezeki dengan keluarga, kata putra ke tiga dari lima saudara yang berasal dari Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.
Salah satu jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan ongkos pulang kembali ke tempat kerja dengan jalan menjual perhiasan emas ini. “Nggak mungkin sudah bagi-bagi hadiah, lalu kita pinjam uang untuk ongkos balik, malu dong," katanya.
Sementara itu, Ruhmini pemilik toko mas Biduri Indah mengakui jumlah warga yang menjual perhiasan di toko miliknya tersebut cukup tinggi dalam dua hari ini. “Sehari bisa saja, mencapai 10 orang yang menjual perhiasan mulai dari kalung, cincin, hingga gelang," katanya.
Akan tetapi tidak semua permintaan warga yang akan menjual perhiasan itu dapat di penuhi. Lantaran terbatasnya modal yang dimiliki. “Paling banyak, kita hanya mampu menampung tiga orang penjual, hal itu lebih disebabkan keterbatasan dana yang di miliki," katanya.
Menurut Ruhmini, tingginya animo masyarakat untuk menjual perhiasan ditoko miliknya tersebut lebih disebabkan kebutuhan mendesak yang harus terpenuhi, entah itu untuk ongkos balik ke tempat asal, maupun untuk keperluan lainnya.
Selain itu, tingginya minat pengunjung di toko emas itu lantaran jumlah toko mas yang telah beroperasi pasca lebaran itu masih cukup sedikit. “Banyak toko yang masih tutup, sehingga banyak yang menjual di sini," ujarnya.