Kasus Mesuji OKI

Keluarga Korban Sodong Masih Trauma

Tragedi berdarah antara PT Sumber Wangi Alam (SWA) versus warga Sodong Mesuji OKI menyisakan luka mendalam

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Hendra Kusuma
zoom-inlihat foto Keluarga Korban Sodong Masih Trauma
SRIWIJAYA POST/MAT BODOK
Ibunda dari almarhum Saktu Macan kiri dan Lina istri dari korban Sodong, bersama kedua anaknya yang harus dibesarkan sendirian tanpa suami.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG–Tragedi berdarah antara PT Sumber Wangi Alam (SWA) dengan warga Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 23 April 2011 lalu, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Lina (20) istri mendiang Saktu Macan alias Dewa, Jumat (16/12/2011) saat ditemui di rumahnya di Desa Sungai Sodong mengutarakan kepedihan
yang mendalam atas kepergian suami tercintanya.

“Peristiwa ini tetap akan  teringat, apalagi pada waktu sebelum kejadian, saya tidak memiliki firasat apapun,” kata Lina, Jumat (16/12) yang didampingi kedua anak lelakinya yang masih balita Sakli (4) dan Syafei (1), serta ibu mertuanya Malua (60).

Untuk menghidupi kedua anaknya, Leni harus berjualan dengan membuka warung kecil di rumah orang tua suaminya."Untuk saat ini, inilah yang
bisa saya lakukan, apalagi saat ini saya hanya sebagai ibu rumah tangga. Dan harus menghidupi kedua anak yang masih kecil-kecil," ucap
Lina.

Diceritakan Malua mertua Lina, saat kejadian sekeluarganya tidak ada firasat apa-apa. Sedangkan, kakak-kakak almarhum saat itu semuanya pergi kerja dan tidak menyangka sama sekali akan terjadi hal yang seburuk ini.

“Waktu itu Dewa sedang membeli rondap (obat karet -red). Dia pergi bersama cucu saya, Sakli. Namun di tengah perjalanan Dewa yang tidak
mengetahui akar permasalahannya justru berakhir seperti ini,” ujarnya.

Ditanya mengenai harapan kedepannya, baik Malua maupun Lina menginginkan, agar masalah ini segera diselesaikan. “Kami ingin hidup tenang dan aman pak tanpa diliputi rasa takut. Dan jangan sampai hal ini terulang lagi,” ujar Lina berharap.

Hal senada juga disampaikan Seno (40)  salah seorang karyawan PT SWA, yang meminta agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. “Kami ingin hidup damai Pak, tidak ada rasa takut untuk bekerja. Jadi harapan kami, pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini, sehingga kami dan warga Sungai Sodong dapat tetap hidup berdampingan,” harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved