Dulu Bernama Masjid Napal Kini Masjid Jumhuriyah

Tayang:



MASJID Besar Jumhuriyah, di Jalan Merdeka Pangkalanbalai, merupakan salah satu masjid tua di Kabupaten Banyuasin. Masjid yang didirikan sekitar tahun 1953 ini dulunya bernama Masjid Napal, karena awal berdirinya berada di Napal, wilayah yang terletak sebelah utara Pangkalanbalai.

Namun dengan seiringnya waktu dan banyaknya warga yang pindah ke jalan lintas Jambi-Palembang, maka atas inisitaif lima kiyai yakni KH M Basri, KH Mustofa Bakri, KH Khairul Hobir, dan

KH Noh Hasan sekitar tahun 1950, masjid napal ini dipindahkan ke jalan lintas dengan nama Masjid Besar Jumhuriyah, yang berdiri di atas lahan seluas setengah hektare dengan konstruksi seluruh bangunan dari kayu ungel.

Sedangkan masjid napal berubah status menjadi Langgar Al-Abror dan sekitar tahun 1978 sesuai dengan permintaan masyarakat, langgar ini ditingkatkan menjadi Masjid Istiqomah, sampai saat ini berfungsi sebagai tempat ibadah umat muslim di Pangkalanbalai.

Namun keberadaan langgar ini masih difungsikan, lantaran Masjid Jumhuriyah baru selesai dibangun sekitar 1956.

Masjid yang menjadi aikon Kota Pangkalanbalai ini sedikitnya telah mengalami empat kali proses renovasi, yakni Tahun 1960, 1970, dan 1995.

Sejak tahun 2006 lalu masjid yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan serta pengajaran agama Islam saat ini dalam tahap renovasi total, di mana masjid yang dibangun dengan konsep

tahan gempa berkekuatan sekitar 8 skala richter itu dengan luas bangunan 900 meter persegi dan tinggi 6-10 meter, sehingga  dapat menampung sekitar 1.200-1.500 jemaah.

“Renovasi dengan konsep modern ini mengadopsi dua masjid bersejarah yakni Masjid Jenderal Yusuf di Makasar, dan Relief Masjid Madina Arabsaudi,i sedikitnya memerlukan dana sekitar Rp 5 miliar lebih,” kata Ketua Yayasan Masjid Jumhuriyah, Drs H Nur Muhammad kepada Sripo, Minggu (15/8).

Menurutnya, pembangunan masjid ini memerlukan dana Rp 5 miliar lebih, sejuah ini proses renovasi masjid sudah menghabiskan dana Rp 3,7 miliar.

“Untuk bangunan masjid saat ini sudah masuk tahap finishing, namun kekurangan biaya masih sekitar Rp 1,5 miliar lagi untuk membangun menara, tempat wudhu, taman, perpustakaan dan

tempat jaga masjid, sehingga melalui momen Ramadhan ini, kami mengundang masyarakat Banyuasin, para donator dan pihak lainnya untuk gotong royong memberikan sumbangan, infaq dan sadekah untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Jumhuriyah ini,” urainya. (syaifuddin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved