38.044 UKM Serap 163.830 Tenaga Kerja

Tayang:
PALEMBANG - Pendorong tingginya angka pengangguran di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) disebabkan minimnya lapangan pekerjaan. Meskipun demikian, Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) menopang penuh penurunan angka pengangguran yang mencapai 292.234 orang pada 2009.

Buktinya, dari 38.044 UKM yang ada baik itu dari sektor formal dan informal bisa menyerap tenaga kerja mencapai163.830. “Saat ini di Provinsi Sumsel ada sekitar 1,9 juta UKM. Dari jumlah tersebut ada sekitar 38.044 UKM yang menyerap 163.830 tenaga kerja. Otomatis dengan adanya keberadaan UKM tersebut dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran,” ujar Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Muhar Lakoni melalui Kepala Bagian Sarana Perekonomian H Afrian Joni, usai rapat koordinasi pekan raya jakarta (PRJ) di Graha Bina Praja, Kamis (15/4).

Menurutnya, untuk UKM sektor unit usaha industri kecil saat ini berjumlah 6.638 unit dengan menyerap tenaga kerja mencapai 53.734 orang tenaga kerja. Kemudian untuk sektor formal mencapai 31.406 unit dengan menyerap tenaga kerja mencapai 110.066 orang tenaga kerja.

Keberadaan UKM di Sumsel paling banyak di sektor industri pangan mencapai 17.716 unit. Hal ini disebabkan Sumsel merupakan daerah agrobisnis berbasis pertanian. Kemudian, sektor kimia dan bahan bangunan mencapai 4.306 unit, sektor logam dan jasa mencapai 3.480 unit, sektor kerajinan dan umum mencapai 3.103 unit dan sektor sandang dan kulit seperti songket mencapai 2.711 unit.

“Disini untuk sektor UKM yang paling besar berada disektor industri pangan. Pasalnya, Sumsel merupakan daerah agrobisnis sehingga banyak masyarakat bisa memanfaatkan hasil pertanian untuk menjadi olahan seperti lempok dan lainnya. Apalagi, hasil olahan tersebut sampai bisa diekspor keluar negeri,” ujar Joni.

Mengenai Pekan Raya Jakarta yang melibatkan UKM yang ada di Sumsel Joni membeberkan, nantinya dari 1,9 juta UKM yang ada di Sumsel akan dilibatkan untuk menampilkan berbagai hasil kerajinan di Jakarta. Akan tetapi, hasil yang akan ditampilkan untuk UKM yang berorientasi ekspor. Sehingga dengan begitu, dengan adanya pekan raya jakarta tersebut bukan tidak mungkin akan membuka peluang bisnis lebih besar lagi.

“Umumnya sektor yang akan kita tampilkan nantinya khusus untuk bidang perdagangan. Pasalnya, ditengah Asean China Free Trade Agrement (ACFTA) ini sektor UKM harus diperkuat. Dengan begitu, Sumsel tidak akan kalah bersaing dengan daerah luar terutama Cina,” ujar dia.

Ditambahkannya, selain melibatkan sektor UKM dan pemerintah Kabupaten/Kota dalam Pekan Raya Jakarta tersebut juga akan melibatkan 32 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Sumsel. Dimana, dari semua BUMN tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung pelaksanaan Pekan Raya Jakarta.

“Diharapkan selain dapat mengirimkan hasil produk, perusahaan BUMN juga diminta untuk memberikan kontribusinya 1 sampai 2%. Dimana, saat ini ada sekitar 26 perusahaan BUMN yang akan mengirimkan produk dan ada enam yang mengirimkan kontribusi. Dengan begitu diharapkan Pekan Raya Jakarta yang ada dapat berjalan sukses,” ujar dia.

Sementara itu, Kabid Promosi Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Sumsel Sofyan Aripanca menambahkan, pekan raya jakarta akan dilaksanakan sebulan penuh dari 10 Juni-11 Junli 2010. Dimana, kegiatan tersebut untuk mempromosikan potensi produk, investasi dan prariwisata Sumsel. Apalagi, dalam kegiatan tersebut juga melibatkan 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel.

“Selain bertujuan untuk mempromosikan potensi produk, investasi dan prariwisata Sumsel, kegiatan tersebut juga sebagai wadah untuk memperluas informasi tentang usaha kecil menengah. Menyebarluaskan informasi kesiapan Sea Games dan terciptanya pola-pola kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya UKM dan lainnya,” tukas Sofyan.

Kemudian dalam kegiatan tersebut menurut Sofyan, stan Pemprov Sumsel bersama dengan 15 Kabupaten/Kota akan menjadi satu kompel dengan panjang stan 51 meter persegi. Dimana, akan ditampilkan infrastruktur yang ada di Sumsel, profil industri, CPO, kopi, karet, the, dan lainnya dalam bentuk produk fisikm leafleat, booked dan CD. Lalu untuk kerajinan akan ditampilkan songket, jumputan, industri agro, kerajinan hasil hutan, furniture, lemari ukir, laqer, handicraft, kayu rotan dan lainnya.

“Untuk masalah kerajinan kami minta kepada setiap Kabupaten/Kota agar tidak sama menampilkan produk. Jadi, dengan demikian kami akan minta data produk yang akan mereka tampilkan. Apalagi, untuk penampilan ini setiap daerah akan diberikan waktu selama dua minggu untuk masing-masing daerah,” tukasnya.

Sementara itu, menyangkut tingginya pengangguran yang ada di Sumsel, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, H Rizal Fathoni membenarkan jika saat ini jumlah pengangguran yang ada di Sumsel mengalami peningkatan mencapai 1,04 persen. Dimana, kondisi tersebut disebabkan oleh tidak optimalnya penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor seperti disektor industri penyerapan tenaga kerja baru mencapai 5 persen, pertanian 59 persen, jasa 10,7 persen dan lain-lain mencapai 25,3 persen.

“Saat ini pengangguran yang ada di Sumsel meningkat mencapai 11.577 orang dari tahun 2008 mencapai 280.657 orang. Dimana meningkatnya jumlah tersebut disebabkan oleh tidak optimalnya penyerapan tenaga kerja dibeberapa sektor seperti sektor industri, pertanian, jasa dan lainnya,” ujar Rizal. 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved