Griya Agung Hidupkan Tradisi Ngobeng

Tayang:
zoom-inlihat foto Griya Agung Hidupkan Tradisi Ngobeng

Gubenur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH  bersama pejabat dan uandangan makan bersama dengan pola hidangan ngobeng di Griya Agung

SRIWIJAYA POST/HUSIN

NGOBENG adalah salah satu tradisi kental masyarakat Palembang dalam menjalani kebersamaan, tradisi biasa dilakukan pada saat ada acara sedekahan (kendurian), pernikahan dan lain sebagainya. Ngobeng dilakukan dengan cara bersusun berdiri secara shaf, dengan mengoper makanan/hidangan ke tempat makan acara sedekahan. Maksudnya dari satu orang ke orang berikutnya. Tujuannya agar makanan cepat sampai ke tempat yang disediakan dan beban orang yang mengangkat makanan akan lebih ringan.

Akan tetapi ngobeng hanya bisa kita temui di tempat acara sedekahan yang tamunya makan secara hidangan (duduk lesehan, satu hidangan 8 orang). Sayangnya adat ini sekarang sedikit sekali yang menggunakanya, lama-lama adat ini akan hilang, karena masyarakat Palembang asli sendiri lebih cenderung menggunakan prasmanan.

Kemarin malam, Sabtu (12/2/2011) tradisi yang nyaris hilang ini muncul di Griya Agung -Rumah Dinas Gubernur Sumsel di Jl Demang Lebar Daun, Palembang. Beberapa pegawai di kediaman dinas ini terlihat sibuk membentangkan kain telapak meja ke lantai, dimana di dalamnya ada iwak/lauk dan pulur (yang terdiri dari sayur, sambal & buah-buahan) dan yang menjadi tengah/center dari obengan ini adalah dulang yang terbuat dari kayu yang berisi nasi minyak, saat penyajian makanan ini pun di lakukan estafet oleh beberapa orang sehingga tidak terlalu berat, yang uniknya lagi pada saat sebelum makan ada orang yang berkeliling yang memberikan teko dan baskom, yang digunakan untuk cucian tangan.

Tidak kurang terdapat 70 tempat yang disediakan. Biasanya, untuk satu tempat ngobeng porsinya untuk delapan orang undangan. Tak terkecuali Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel Drs H Najib Haitami MM, Rais Syuriah PWNU Sumsel KH Muhammad Mudaris, Ketua Tanfiz PW NU Sumsel, Amri Siregar dan anggota Komisi VI DPR RI, Dodi Reza Alex serta Habib Luthfi duduk lesehan mengeliling hidangan dan makan malam bersama setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kebersamaan yang komunikatif benar-benar kental saat menyantap menu kuliner yang disajikan. Dimana satu sama yang lain saling menawarkan lauk yang ada dihadapannya ke orang diseberangnya. Begitu pun sebaliknya. "Tradisi ini nyaris hilang, jadi kita upayakan untuk dihidupkan kembali," ujar Alex Noerdin.

Benar saja, beberapa tamu asal luar Palembang yang dipersilahkan masuk ruang VIP ini terkejut dengan pola hidangan yang sudah disiapkan. Namun beberapa warga yang asli Palembang yang merindukan cara makan hidangan seperti ini, seolah menyegarkan kembali kehidupan di masa kecil atau di zaman orang tua sebelumnya.

"Orang sekarang makan ala Francis, makan dan minum berdiri. Kalau makan seperti ini mengikuti sunah Rasulullah," kata H Ahmad Hanafi (56) yang hadir di acara Maulid tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved