Hamparan Ribuan Rumah Terbakar

Tayang:
zoom-inlihat foto Hamparan Ribuan Rumah Terbakar

H Sayuti (73) duduk termenung menatap puing-puing rumah yang hangus terbakar.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Memang tidak bisa disangka-sangka akan terjadi musibah yang sangat besar bagi warga Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Barisan rumah penduduk yang dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 600 meter x 1.000  meter itu, tidak satu rumah pun yang terhindar dari kobaran api, semua musnah tebakar hingga rata dengan tanah dan menyisakan puing-puing.

Kebakaran itu membuat kesedihan mendalam bagi H Sayuti (73). Orang tua dari H Badrul (33) ini memandangi hamparan rumah yang rata dengan tanah serta tiang-tiang rumah yang terbuat dari kayu sudah menghitam menjadi arang.

Atap seng berserakan, kebakaran yang menghanguskan harta benda milik 1.896 jiwa itu tak tersisakan.

Suami dari Hj Indok Tini (50) yang mengenakan kopiah haji dan berpakaian kaos putih bersarung kotak-kotak itu, sepertinya terpukul berat pasca kebakaran yang menimpa khususnya 12 orang anak yang tempat tinggal di areal kebakaran.

Tak urung Sayuti asal Bone (Sulawesi Selatan) itu sempat kebingungan, di mana tempat tinggal anak dan menantunya setelah kebakaran itu.

Yang lebih menyedihkan lagi, menurut kakek yang memiliki 50 cucu tersebut, stok bahan pokok seperti beras mulai menipis. Sementara bantuan yang diterima anak-anaknya melalui posko belum cukup.

Besar harapan Sayuti, pemerintah dan pengusaha memberikan sedikit dari rezeki yang didapat untuk disalurkan kepada korban kebakaran di desanya.

Kendati Pemkab OKI dan Pemprov Sumsel telah mengucurkan bantuan pasca kebakaran, warga desa masih sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak. Karena, tidak mungkin dalam waktu dekat warga bisa membangun tempat tinggal mereka seperti semula.

“Setelah musibah kebakaan, anak-anak dan cucu saya tinggal di rumah kecil ini. Yang jelas saya sekarang telah kehabisan beras,” ucap H Sayuti yang tinggal di Desa Sungai Lumpur sejak Tahun 1971 sebagai petani kelapa dan kini sebagai pengusaha burung walet.

H Sayuti ketika ditanya mengenai burung walet,  tak banyak berkomentar. Karena menurutnya, dia tak punya sangkar walet. Hanya saja, anak-anaknya yang punya dan kini habis cerita setelah terbakar.

“Semua tak punya lagi dan harus mencari dari awal pula,” ucap kakek yang mukanya mulai mengeriput itu.

Lain lagi dengan derita Ambon Hadi (40), yang memiliki 2 unit bangunan walet yang sudah panen dan 1 unit bangunan rumah plus toko ikut musnah.

Ambo hanya pasrah dan semua itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa. Hanya saja sekarang ini yang menjadi beban orang tua dari Andria (11), tak lain istrinya Rusilah (35) yang tak sanggup

menahan cobaan ini sempat mengalami depresi berat dan akan dibawa ke Rumah Sakit di Palembang. (std)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved