17 Juni Hari Jadi Kota Palembang, Ini Sejarah Palembang yang Ternyata Salah Satu Kota Tua di Dunia
17 Juni Hari Jadi Kota Palembang, Berikut Sejarah Kota Palembang, Sudah Berusia 1335 Tahun
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Welly Hadinata
17 Juni Hari Jadi Kota Palembang, Berikut Sejarah Kota Palembang, Sudah Berusia 1335 Tahun
SRIPOKU.COM - Meski bukan sebagai ibukota Indonesia, namun kota Palembang ibukota Sumatera Selatan termasuk salah satu kota besar di tanah air.
Bahkan dilansir dari Wikipedia, Palembang merupakan kota terbesar di Indonesia.
Palembang ditafsirkan menjadi kota sejak tanggal 16 Juni 688 Masehi sementara itu hari jadi Palembang sendiri didapuk tanggal 17 Juni.
Jadi bila dihitung-hitung pada tahun 2019 ini, Palembang akan berusia 1335 tahun.
Dan mendapat julukan Venice Of the East (Venesia dari Timur) di dunia Barat.
Palembang sendiri merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan dengan luas wilayah 358,55 km yang dihuni sebanyak 1.573.898 Jiwa (di tahun 2018).
Kemajuan pesat pun terlihat di kota Palembang, pasalnya pembangunan LRT (kereta api layang), dan rencana pembangunan sirkuit motor GP di kawasan Jakabaring dan sirkuit F1 di kawasan Tanjung Api-Api, merupakan proyek pengembangan Kota Palembang terkini.
• Tak Hanya dari Dunia Hiburan, Berikut 7 Sumber Kekayaan Baim Wong yang Lain, Pantes Tajir Melintir!
• Cintanya Sempat Ditolak, Begini Kabar Mas Pur TOP Pasca Nikahi Wartawan, Tinggal di Rumah Kost-an
• Viral Pernikahan Mahal, Polwan Dilamar dengan Uang Rp 300 Juta, Barang Mewah hingga 1 Ekor Kuda!

Sejarah Palembang
Pada zaman dulu, Palembang merupakan ibukota kerajaan Bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara.
Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya".
Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 688 Masehi menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia.
Kota ini dianggap sebagai salah satu pusat dari kerajaan Sriwijaya, serangan Rajendra Chola dari Kerajaan Chola pada tahun 1025, menyebabkan kota ini hanya menjadi pelabuhan sederhana yang tidak berarti lagi bagi para pedagang asing.
Selanjutnya berdasarkan kronik Tiongkok nama Pa-lin-fong yang terdapat pada buku Chu-fan-chi yang ditulis pada tahun 1178 oleh Chou-Ju-Kua dirujuk kepada Palembang.
Pada awal abad ke-15, kota Palembang diduduki perompak Chen Zuyi yang berasal dari Tiongkok. Armada bajak laut Chen Zuyi kemudian ditumpas oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1407.