Di Provinsi Ini tak Ada Satupun Indomaret Dan Alfamart, Kenapa? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya
Di Provinsi Ini tak Ada Satupun Indomaret Dan Alfamart, Kenapa? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya
Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Di Provinsi Ini tak Ada Satupun Indomaret Dan Alfamart, Kenapa? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya
SRIPOKU.COM - Di kota besar maupun daerah kecil biasanya sangat ditemui gerai Alfamart maupun Indomaret.
Namun ternyata khusus daerah Minang, Suamatera Barat ternyata tak bisa ditemukan satupun gerai Alfamart dan Indomaret tersebut.
Hal ini menjadi tanda tanya mengingat daerah Minang adalah salah satu tempat yang cukup menarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
• Gayanya Bak Sosialita, 6 Artis Ini Diam-diam Diduga Terlilit Utang, No 5 Miliaran Sampai Meninggal
• Sandiaga Uno Salat Jumat di Masjid Agung Palembang, Wong Kito Berebut Salaman dan Swafoto
• Jejak Keberadaan Prada DP Sempat Terendus, Berikut Cerita Kisah Cintanya dengan Korban Vera Oktaria

Alasan kenapa di kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan daerah sekitarnya tak ada satupun minimarket waralaba seperti Alfamart, Indomaret, Lawson maupun 7Eleven ternyata memiliki tujuan tersendiri.
Ternyata toko retail 'raksasa' tersebut tidak diizinkan oleh pemerintah daerah masuk ke Sumatera Barat.
Pemda setempat memang melarang minimarket waralaba tersebut beroperasi, sebab ada kekhawatiran keberadaanya dapat mematikan keberadaan pedagang tradisional.
Baca:
Tak Disangka Bedak Bayi Beri 7 Manfaat Buat Kecantikan, dari Finishing Make Up - Pengganti Deodorant
Baca:
7 Fakta Iin Puspita, Pemandu Lagu yang Dibunuh dan Jasadnya Membusuk di Dalam Lemari Kos, Ternyata!

Hal tersebut pernah dikemukakan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.
Ia memastikan tidak akan memberikan izin kepada jaringan waralaba Indomaret dan Alfamart untuk membuka gerainya di Kota padang.
Menurut dia, kehadiran kedua waralaba tersebut dapat merusak ekonomi daerah nantinya.
"Indomaret dan Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah," kata Mahyeldi beberapa waktu lalu.
Dengan suasana toko yang modern, terang, ber-AC, barang yang tertata apik, aneka barang yang cukup lengkap, dan harga jual yang pasti, tentunya membuat orang lebih suka berbelanja di minimarket waralaba tersebut.
Minimarket waralaba sering dituding sebagai penyebab warung-warung atau toko kelontong menjadi sepi pembeli.
Hukum alam pun berlaku bahwa yang kuat yang akan menang, yang kalah akan tersisih.
Apalagi orang Minang sejak dulu terkenal dengan jiwa dagangnya, sehingga larangan membuka gerai minimarlet waralaba bertujuan untuk melindungi keberadaan pedagang tradisional yang notabene penduduk asli.