Ribuan Warga Pulau Jawa Tertarik Transmigrasi ke Desa Tempirai PALI, Daerah Lumbung Padi

Ribuan warga di Pulau Jawa tertarik untuk melakukan transmigrasi dan menempati lahan yang ada di Dua Desa Di PALI

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA/IST
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang bersama rombongan saat meninjau lahan transmigrasi di Desa Tempirai Kabupaten PALI. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga 

SRIPOKU.COM, PALI -- Ribuan warga di Pulau Jawa tertarik untuk melakukan transmigrasi dan menempati lahan yang ada di Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (16/5/2019).

Setidaknya ada 3 ribu warga Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tertarik bertransmigran ke Sumatera Selatan tepatnya Kabupaten PALI.

Keseriusan itu diperlihatkan saat tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa bersama pihak dari Jawa Timur langsung meninjau lokasi.

Tim yang dipimpin langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang sudah dua kali mendatangi Bumi Serepat Serasan untuk melihat secara langsung bakal lahan transmigrasi.

Menurut Wika, rencananya pihak Pemda Jawa Tengah bakal mengirimkan warganya untuk mengisi lokasi transmigrasi di PALI.

Diakui Wika Bintang, bahwa kedatanganya ke PALI sudah melalui proses yang panjang, mulai dari pencermatan, kordinasi, komunikasi dengan instansi terkait, lalu melakukan pengecekan.

"Kami pernah datang ke PALI dua tahun yang lalu, dengan tujuan meninjau lokasi transmigrasi disini, karena banyak masyarakat yang ingin berangkat transmigrasi, ada lebih 3.000 lebih kepala keluarga yang berminat untuk menjadi transmigran," ungkap Wika Bintang, Kamis.

Setelah dua kali melakukan penjajakan, dikatakan Wika bahwa kultur serta budaya warga PALI tidak jauh berbeda dengan adat di pulau jawa dan warga PALI welcome atau menerima kedatangan timnya kemari.

"Kita juga sudah bicara dengan Dinas transmigrasi Sumatera selatan, untuk area lahan transmigrasi sudah diurus di BPN, jadi kami rasa tidak ada kendala lagi. Program transmigrasi ini bila sudah di sepakati akan kit sering di APBD, untuk warga Jawa tengah," ungkap Wika.

Sementara itu, Usman Dani Kepala Disnakertrans menjelaskan bahwa rencana pembukaan lahan transmigrasi Di Desa Tempirai tahap awal seluas 900 hektare.

"Lahan 900 hektare itu akan menampung lebih kurang 400 KK, dimana pembagiannya, 60 persen transmigran lokal dan 40 persen transmigran dari luar daerah. Sudah ada dua provinsi yang tertarik menempatkan warganya untuk transmigrasi kesini, yakni DIY dan Jawa Tengah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Dedi Handayani mengatakan, bakal lahan transmigrasi yang ada di Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI ini pada tahun 1970an sempat menjadi lumbung padi.

Menurut dia, warga setempat belum mengenal tanaman karet dan secara serentak membuka lahan tersebut untuk pesawahan.

"Saat itu pernah mencapai 6 sampai 7 ton/hektar padi, untuk itu warga setempat menyerahkan lebih 2.200 hektar lebih ke pemerintah untuk dibuka menjadi lahan transmigrasi," ungkap Dedi Handayani.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved