Berita Pagaralam

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni : Kami Berharap Kembali Ada Desa di Pagaralam

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni membuka langsung Lokakarya perubahan status Kelurahan menjadi Desa, di Aula Villa Hotel Gunung Gare

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni : Kami Berharap Kembali Ada Desa di Pagaralam
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat menghadiri kegiatan Lokakarya perubahan status Kelurahan menjadi Desa, di Aula Villa Hotel Gunung Gare, Kamis (2/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Walikota Pagaralam Alpian Maskoni membuka langsung Lokakarya perubahan status Kelurahan menjadi Desa, di Aula Villa Hotel Gunung Gare, Kamis (2/5/2019).

Lokakarya ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Direktorat Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Kemendagri, Kabid Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa Provinsi Sumsel, Kabag Pemerintahan Setdako Lubuk Linggau, dan Dosen Universitas Sriwijaya.

7 Tipikal Pacar yang Menyenangkan dan Perlu Dipertahankan, Ada Kriteria Pasangan Kalian? Cek di Sini

KPU OKU Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019

5 Kebiasaan yang Sering Dilakukan dan Tanpa Disadari Bisa Membahayakan Tubuh Setelah Makan

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Kamis (2/5/2019) menyebutkan, Pemkot Pagaralam telah mengusulkan perubahan status sejumlah kelurahan yang ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dempo Utara, Dempo Tengah dan Dempo Selatan kembali berstatus desa.

Hal ini bertujuan agar pembangunan dikawasan tersebut bisa maksimal. Selian itu jika dilihat dari goegrafinya tiga kecamatan tersebut memang masih sangat layak menjadi desa.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, rencana Pemkot Pagaralam untuk merubah status Kelurahan menjadi Desa, bertujuan untuk pemerataan pembangunan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat Kota Pagar Alam, yang sebagian besar hidup di bidang pertanian.

"Kami berharap di Pagaralam kembali ada desa. Untuk itu kita usulkan tiga kecamatan seluruh kelurahannya kembali berstatus desa. Hal ini agar pembangunan lebih merata," katanya.

Tak Hanya Akting, 5 Artis Ini Jago Bahasa Asing Lebih dari Satu No 2 Pernah Jadi Penerjemah Presiden

Dorong Pertumbuhan DPK Lewat Tabungan Pelajar, Bank Sumsel Babel (BSB) Gelar Simpel Day 2019

Puluhan Warga Gajah Mati Geruduk DPRD Sumsel, Minta Selesaikan Dugaan Penggelapan Lahan

Walikota berharap melalui Lokakarya ini, Pemkot Pagaralam akan mendapat masukan dari para narasumber, sehingga rencana perubahan status Kelurahan menjadi Desa akan berproses menurut aturan yang berlaku, agar dapat segera direalisasikan.

Sementara, narasumber dari Direktorat Pemerataan dan Administrasi Pemerintah Desa Kemendagri, Nana Wahyudi menjelaskan, rencana perubahan status Kelurahan menjadi Desa, merupakan pertama kali di Indonesia, setelah sebelumnya dilakukan juga oleh Kota Badung Provinsi Bali.

Video Detik-detik Mapolres Lampung Selatan Terbakar, Api Merembet Hampir ke Seluruh Bangunan

Kini Bak Bintang Bersinar, 4 Komedian Ini Ternyata Dulu Sempat Hidup Susah, No 3 Punya 2 Istri!

Daftar Toko Kosmetik Murah di Palembang Paling Terkenal Lengkap dengan Harga, Alamat & Nomor Telepon

Menurutnya, perubahan status bukan pembentukan baru, tapi mengembalikan penataan pemerintahan desa. Kendati prosesnya berbeda, namun rencana perubahan status Kelurahan menjadi Desa, tidak melanggar aturan yang berlaku.

"Perubahan status diperbolehkan dan tidak melanggar aturan. Namun tetap harus ada kajian kembali sebelum adanya perubahan status tersebut," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved