News Video Sripo

Aksi Dorong Ratusan Mahasiswa Tuntut Gubernur Sumsel Tuntaskan Kasus Warga Dengan PTPN VII

Ratusan mahasiswa dan warga Desa Betung Kabupaten Ogan Ilir (OI) Kecamatan Lubuk Keliat melakukan aksi massa di kantor Pemerintahan Provinsi (Pemprov)

Cinta Manis Tak Semanis Kehidupan Masyarakat

SRIPOKU.COM,PALEMBANG — Ratusan mahasiswa dan warga Desa Betung Kabupaten Ogan Ilir (OI) Kecamatan Lubuk Keliat melakukan aksi massa di kantor Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Awalnya aksi masa hanya melakukan orasi menuntut hak-hal yang seharusnya ada, tetapi terik matahari yang menyengat dan mereka maju lima langkah dan saat itu lah kondisi mulai tidak kondusif. Dan nyaris terjadi bentrok dengan aksi dorong mendorong antara massa dan petugas keamanan dari Sat Pol PP Sumsel dan Kepolisian yang mengamankan aksi tersebut. Namun suasana bisa diamankan oleh para petugas.

Mereka datang untuk mempertanyakan tim khusus yang dibentuk Gubernur Sumsel Herman Deru dalam menangani permasalahan buruh dan tani dengan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir yang telah berlangsung sejak 37 tahun.

Video Pasca Demo Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi Kantor KPU Kota Palembang

= = =

Para peserta aksi, menuntut tim Gugus Tugas yang dibentuk Herman Deru telah ingkar janji yang berjanji hanya Dua pekan untuk menyelsesaikan permasalahan ini. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan apapun dari tim Gugus Tugas tersebut.

Perwakilan Masyarrakat Buruh dan Petani, Dedi mengatakan datang kesini menuntut kepada Gubernur Sumsel untuk segera menyelesaikan permasalahan kasus ini dengan PTPN VII. Apalagi, pertemuan dengan tim khusus yang dibentuk pada 1 April lalu hingga saat ini belum ada tindakan hanya janji belaka.

“Kami datang kesini untuk menutut agar tim khusus yang dibentuk dan dijanjikan oleh Gubernur Sumsel dulu itu hanya omong kosong saja tidak ada tindakan hingga saat ini. Mereka janji kemarin akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat tetapi itu hanya janji saja,” jelasnya, Kamis (25/4).

Jadwal Bola Malam Ini: Ada Semifinal Coppa Italia, Liga Spanyol dan Garuda Select vs Nott Forest U18

Menurutnya, ada luas sengketa tanah seluas 1230 hektar yang saat ini terjadi persoalan tetapi yang dibayar itu hanya 109 hektar saja di desa Sribandung dan Bentung.

“Perusahaan juga tidak punya HGU selama 30 tahun ini. Jadi, sesuai intruksi Presiden Jokowi kalau tidak punya HGU tanah dan lahan itu dikembalikan kepada rakyat,” tegasnya.

Jika persoalan ini belum juga diselesaikan nantinya, lanjut Dedi, pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak yakni 7 ribu massa.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved