Berita Palembang

Kapolda Sumsel Naik Sepeda Pantau Pemilihan Lanjutan di 2 TPS Kecamatan Ilir Timur II Palembang

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memantau langsung 2 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang melakukan Pemilihan Lanjutan

Kapolda Sumsel Naik Sepeda Pantau Pemilihan Lanjutan di 2 TPS Kecamatan Ilir Timur II Palembang
SRIPOKU.COM/RESHA
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, saat memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS) 36 RT 25 RW 09 Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang, yang melakukan pencoblosan ulang pada Minggu (21/4/2019) pagi menggunakan Sepeda. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memantau langsung 2 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang melakukan Pemilihan Lanjutan pada Minggu (21/4/2019) pagi.

Uniknya, ia langsung memantau lokasi TPS di wilayah Kecamatan Ilir Timur II itu menggunakan sepeda miliknya.

Menggunakan setelan sport plus helm sepeda, ia menggowes kendaraannya itu dari rumah dinas Kapolda di kawasan Pakri, Bukit Golf ke TPS 11 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Setelahnya, ia baru memantau TPS 36 RT 25 RW 09 Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang.

"Tadi saya pergi dari rumah dinas pukul 06.00 WIB. Mantau sambil olahraga cari keringat," ujarnya saat diwawancarai Sripoku.com di TPS 36.

Ia mengatakan, pihaknya menurunkan 110 personel Kepolisian untuk 2 TPS yang melakukan Pemilihan Lanjutan tersebut. Hal itu untuk mengamankan TPS yang melakukan pencoblosan ulang, di 2 TPS itu.

"Jadi masing-masing ada 55 personel, juga dengan pihak TNI," terangnya.

Ia mengimbau, agar setiap elemen masyarakat dan pihak yang terlibat untuk ikut aktif menjaga keamanan dan keberlangsungan proses pemungutan suara di level TPS hingga PPK.

Pihaknya tak ingin ada oknum yang memaksa terjadi pergantian jumlah bilangan hasil pemungutan suara, baik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres, red) maupun pemilihan legislatif.

"Kalaupun terjadi mungkin itu ranah Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu, red), tapi kita berkepentingan supaya tidak terjadi dari panitia Caleg, Capres untuk merubah bilangan," tuturnya.

Pihaknya juga telah mengimbau kepada para tokoh agama dan masyarakat, agar tidak ada tindakan ke arah anarkis pasca Pemilu 2019 ini.

Ia mengatakan, untuk mempercayakan kepada panitia penyelenggara untuk melakukan tugasnya merekap suara masyarakat yang masuk untuk memilih pemimpin Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

"Yang penting tidak ada kecurangan. Pak Polisi berkepentingan sekali, jangan sampai ada upaya penggembungan atau upaya misalnya, jangan sampai tapi ya, dirusak dibakar, jangan sampai. Itu lah yang saya imbau," jelasnya.

Pemkot Jadikan IPIM Mitra, Perhatikan Penghafal Alquran dan Imam Masjid di Palembang

Blak-blakan Erina Taulany Hina Prabowo Subianto, Andre Taulany Disindir Ustaz Ini, Bakal Dipenjara?

Bak Dikutuk, 4 Penyanyi Ini Termakan Karma Lagunya Sendiri, No 4 Sampai Dipermalukan Suami

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved