Berita Indralaya

'Dalam Bayangan Tuhan' Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia Unsri Bius Ratusan Penonton

Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Indralaya angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri)

'Dalam Bayangan Tuhan' Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia Unsri Bius Ratusan Penonton
ISTIMEWA
Salah satu adegan pertunjukan teater oleh mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa danSastra Indonesia Kelas Indralaya angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri) berjudul Dalam Bayangan Tuhan (Interogasi), Sabtu (20/4/2019). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA-- Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Indralaya angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menampilkan sebuah karya teater yang berjudul Dalam Bayangan Tuhan (Interogasi).

Mengambil tema sosial dengan mengangkat isu kemanusiaan, teater ini sukses membius ratusan penonton yang hadir di Gedung Teater Unsri Indralaya.

Pementasan drama Dalam Bayangan Tuhan karya Arifin Chairin Noer yang dipentaskan pada Sabtu (20/04/2019) merupakan syarat mahasiswa FKIP Pendidikan Bahasa dan Indonesia kelas Indralaya Angkatan 2016 untuk memenuhi mata kuliah Praktik Pementasan Drama (PPD).

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Kelas Indralaya angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri) berfoto bersama dosen pengampuh mata kuliah PPD usai menampilkan sebuah karya teater yang berjudul Dalam Bayangan Tuhan (Interogasi).
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Kelas Indralaya angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri) berfoto bersama dosen pengampuh mata kuliah PPD usai menampilkan sebuah karya teater yang berjudul Dalam Bayangan Tuhan (Interogasi). (ISTIMEWA)

Disutradarai oleh Eka Hastuti, Dalam Bayangan Tuhan mencoba mengajak penonton saling instropeksi diri dengan segala realita kehidupan kita saat ini.

“Drama ini menyampaikan nilai sosial bahwa setiap kebenaran pasti ada keburukan-keburukan yang menyertai. Jikalau semua itu dirasa tidak bisa diatasi oleh kita sebagai manusia maka serahkanlah semuanya pada Tuhan,” kata Eka.

Salah satu pemeran Dalam Bayangan Tuhan, Bhramastya Sandy yang memerankan karakter Astrada mengungkapkan awalnya mengalami kesulitan dalam mendalami pemeran tersebut.

“Saya kan kaku orangnya jadi agak sulit memerankan Astrada ini, tapi setelah saya melakukan observasi terhadap peran akhirnya saya bisa mendalami peran ini. Bangga lah pokoknya,” ujar Bhram.

Pementasan ini menampilkan tokoh Sandek yang berjiwa kesatria mencoba memperjuangkan keadilan namun dia tidak mendapatkan cukup dukungan ketika manusia hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri.

Apa artinya kesejahteraan, apabila rakyatnya terus-menerus menuntut rasa lapar. Dan akhirnya semuanya tergantung pada Tuhan, “biarkan Tuhan bicara”. Tepuk tangan yang hangat datang dari penonton, menandai bahwa pertunjukan telah selesai.

Para penonton pun mengapresiasi pementasan drama ini. Salah satunya Devi Liasari, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unsri 2018.

”Pementasan drama ini sangat menarik karena menyampaikan pesan-pesan sosial kepada para penontonnya,”kata Devi. (Limass/zar)

Kondisi Ustaz Taufik Hasnuri Dikabarkan Drop, Butuh Golongan Darah AB, Ternyata Ini yang Dideritanya

Bukti Sukses Butuh Kerja Keras, 5 Artis Ini Dulu Pernah Susah, Bahkan Ada yang Jadi Tukang Bersih WC

5 Artis Sudah Kaya Sejak Lahir, Ada yang Menghilang Setelah Ayahnya Dipenjara, No 2 tak Suka Pamer!

 

 
 

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved