Berita Muratara

Prengki Pukuli Kepala Muhamad Pakai Batu Saat Sujud Salat Subuh di Masjid. Ternyata Ini Motifnya!

Saat sujud rakaat terakhir shalat subuh berjamaah di Mushala Alpalah di pasar Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara

Prengki Pukuli Kepala Muhamad Pakai Batu Saat Sujud Salat Subuh di Masjid. Ternyata Ini Motifnya!
KOLASE SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Tersangka Prengki diamankan di Polsek Rupit 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MURATARA -- Saat sujud rakaat terakhir shalat subuh berjamaah di Mushala Alpalah di pasar Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 05.20, Muhamad (60) merasakan kepala bagian belakangnya dipukul benda keras.

Bukan hanya sekali, tetapi pukulan itu dirasakannya sebanyak lima kali yang membuatnya terduduk kesakitan.
Di tengah rasa sakit dibagian belakang kepalanya, dia masih sempat menoleh kebelakang untuk mengetahui siapa yang memukulnya.

Saat itu, dia melihat Prengki Pratama (20), warga sekampungnya berlari ke arah pintu keluar mushala. Namun dia tak sempat mengejar, sehingga Prengki berhasil kabur melarikan diri dari tempat tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Muhamad mengalami luka memar pada kepala bagian belakangnya, karena dipukul sebanyak lima kali pakai batu. Merasa tidak senang, dia kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Muara Rupit.

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rupit AKP Bakri Redi Cahyono mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan keberadaan tersangka.

Dan pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 14.00 atau sekitar sembilan jam setelah kejadian, diperoleh informasi bahwa pelaku bernama Prengki Pratama, warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara sedang berada di rumah temannya bernama Serfin.

Setelah mengetahui keberadaan tersangka pelaku, selanjutnya anggota Unit Reskrim Polsek Rupit langsung berangkat untuk melakukan penangkapan.

"Tersangka pelaku berhasil ditangkap dan diamankan tanpa melakukan perlawanan," ujar AKP Bakri Redi Cahyono, Senin (25/3/2019).

Dijelaskan, di hadapan petugas pelaku mengakui semua perbuatan yang dilalukannya terhadap korban. Motifnya, pelaku merasa dendam terhadap korban.

Dimana, setiap kali akan belanja di toko milik korban, pelaku seringkali tidak dilayani. Menurut pelaku, dia juga dituduh mencuri hewan ternak milik korban.

"Setelah berhasil ditangkap dan diamankan, pelaku kemudian dibawa diamankan di Polsek Rupit guna proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya. 

Waspada Indikasi Kecurangan UN, Ombudsman Lakukan Pengawasan Tertutup & Buka Posko Pengaduan

Rusak dan Berlubang, Jalan Syakyakirti Gandus Palembang tak Kunjung Diperbaiki

Bak Dua Sisi Mata Uang, Pemain ini Dibenci dan Disukai Pemain Lawan

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved