Berita Palembang

Banyak Calon Legislatif Mau Cetak Baliho tapi Ngutang Dulu

“Saat ini banyak Caleg yang datang, mau pesan spanduk namun ngutang. Terpaksa ditolak, kami hanya melayani yang benar-benar berani bayar di awal,”

Laporan wartawan sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Ternyata tidak semua calon legislatif memiliki uang saat mencetak spanduk atau alat peraga kampanye. Malah, kebanyakan Calon Legislatif (Caleg) bernegosiasi cetak spanduk dengan cara ngutang.

Seperti yang dikatakan oleh Pengelola Berkah Didigtal Atwork Media di Jalan Maskarebet Palembang, Hafis mengatakan terpaksa harus menolak para Caleg yang ingin membuat alat peraga kampanye (APK) meskipun jumlah yang dipesan cukup banyak.

“Saat ini banyak Caleg yang datang, mau pesan spanduk namun ngutang. Terpaksa ditolak, kami hanya melayani yang benar-benar berani bayar di awal,” jelasnya, Kamis (14/3)

Hafis mengatakan, begitu banyaknya Caleg yang mau cetak dulu baru bayar, membuat pihaknya berfikir ulang dan tidak mau ambil resiko. Bahkan, harus merelakan tidak ambil orderan sang Caleg.

“Sejauh ini cetak per hari bisa sampai 500 meter, namun untuk partai politik, caleg dan sejenisnya banyak tidak diambil, karena bayarnya belakangan,” ujarnya.

Hafis membeberkan, masa kampanye seperti saat ini hanya bonus saja, kenaikan omset saat masa kampanye justru hanya sekitar 10 persen saja.

Sopir Angkot Ditusuk Pemalak di Tengkuruk Permai Bawah Jembatan Ampera, Gara-gara Uang Rp 2.000

Gubernur Sumsel Herman Deru Resmikan Rumah Sakit Hewan Pertama di Sumatera

Zonasi di Palembang Tak Bisa 100 Persen, Disdik Kota Palembang Tetap Ikuti Aturan Permendikbud

 “Kalau mau diambil semua bisa naik berlipat-lipat omsetnya, namun sengaja ditolak karena tidak mau ambil resiko dari Caleg ngutang,” katanya.

Kendati banyak yang bernegosiasi dengan cara ngutang, Hafis menjelaskan beberapa Caleg yang telah eksis namanya memilih pembayaran cepat.

“Rata-rata yang ngutang Calegnya masih belum terkenal, kebanyakan dari mereka baru di dunia politik, berbeda dengan Caleg yang cukup bermodal, mereka bahkan berani bayar cash di awal,” jelasnya.

Tak jauh berbeda dengan Hafis, Ryan Pengelola Percetakan X Digta di Jalan Mayor Salim Batubara ini mengaku tahun ini justru pesanan spanduk Caleg tidak terlalu tinggi.

Kenaikan omset hanya sekitar 20 persen, dan jauh berbeda dengan lima tahun yang lalu di musim yang sama. Omset bahkan naik hingga 4 kali lipat.

“Mungkin karena banyak usaha percetakan yang tumbuh subur di Palembang, sehingga omsetnya juga tidak begitu banyak,” ujarnya.

Ryan juga mengungkapkan, bahwa saat ini Caleg terkadang punya percetakan langganan sendiri, bahkan punya percetakan sendiri. Sehingga persaingan untuk spanduk partai atau Caleg cukup ketat.

“Banyak juga Caleg yang mau ngutang, beberapa kita layani namun hanya yang kenal dan dinilai sanggup bayar, namun yang tidak kenal lebih baik diabaikan,” ujarnya. (mg4)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved