Bank Indonesia Segera Gandeng Pemkot Palembang untuk Retribusi Parkir Non Tunai

Galakkan Gerakan Non Tunai, Bank Indonesia (BI) akan menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk beralih menggunakan setoran non tunai

Bank Indonesia Segera Gandeng Pemkot Palembang untuk Retribusi Parkir Non Tunai
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Nasabah bertransaksi di fasilitas ATM milik salah satu bank BUMN. 

Bank Indonesia Segera Gandeng Pemkot Palembang untuk Retribusi Parkir Non Tunai

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Galakkan Gerakan Non Tunai, Bank Indonesia (BI) akan menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk beralih menggunakan setoran non tunai pada pola pembayaran retribusi parkir.

Kepala Perwakilan Kantor BI Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran setoran karena dana akan langsung masuk rekening pemerintah daerah dan bisa langsung kembali digunakan sesuai kebutuhan.

"Penerapan setoran parkir non tunai sudah diterapkan di Jakarta dan sangat efektif mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 100 persen dan pola inilah yang kita adopsi dan akan diterapkan juga di Sumsel khususnya di Palembang," jelasnya, Selasa (5/3/2019).

Live Streaming Indosiar Persija vs Borneo Piala Presiden 2019 Malam Ini, Bisa Lewat HP Ini caranya

Deretan Artis Indonesia Ini Memiliki Biaya Endorse Termahal, Nomor 4 Sekali Posting Rp 100 Juta

Dulu Tinggal di Gubuk, Begini Penampakan Istana Aty Kodong, Toilet Bak Kursi Pengantin Jadi Sorotan!

Download Deretan Lagu Galau Terbaik dan Terpopuler yang Enak Didengar, Lengkap Lirik & Video Klip

Meski penerapan gerakan non tunai ini memiliki banyak kendala namun Yunita mengatakan, bank sentral akan terus gencarkan sosialisasi mengenai kemudahan transaksi tanpa menggunakan uang fisik.

Yunita menambahkan, padahal sebenarnya transaksi menggunakan uang non tunai jauh lebih aman, meminimalisasi terhindar dari uang palsu serta menghemat biaya pemeliharaan uang tunai.

"Sosialisasi inilah yang akan lebih diperbanyak agar masyarakat beralih dan memanfaatkan transaksi non tunai untuk ke depannya," ujar Yunita lagi.

Menurut Yunita, masih belum masifnya pembayaran menggunakan sistem non tunai karena ada anggapan dari masyarakat bahwa belanja atau bertransaksi lebih nyaman menggunakan uang kertas.

Sementara, dari sisi pemerintah yang akan merealisasikan sistem pembayaran non tunai yakni masih terkendala infrastuktur pendukung berupa alat dan sistem yang bisa terkoneksi langsung dengan perbankan.

"Jika sistemnya sudah ada dan berjalan, uang parkir yang dibayar konsumen bisa langsung masuk sistem keuangan pemerintah kota. Lebih efisien," ujarnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved