Wilayah Sumsel Masuki Puncak Musim Kemarau, Diprediksi Satu bulan tak Turun Hujan dan Siaga Karhutla

Musim kemarau tahun ini di wilayah Sumsel diprediksi berlangsung bulan April hingga Oktober 2019.

Wilayah Sumsel Masuki Puncak Musim Kemarau, Diprediksi Satu bulan tak Turun Hujan dan Siaga Karhutla
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Seorang warga melintas di atas jembatan Ampera dengan memakai payung. Memasuki musim kemarau suhu cuaca di kota Palembang mulai panas.Foto Dokumen 

Satu Bulan tak Turun Hujan, Kemarau di Sumsel April-Oktober, Siaga Karhutla Lebih Awal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Musim kemarau tahun ini di wilayah Sumsel diprediksi berlangsung bulan April hingga Oktober 2019.

Jangka waktunya bakal lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan pada puncak kemarau, wilayah Sumsel bakal satu bulan tak diguyur hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan, berdasar dari data yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Sumsel akan berlangsung dari bulan April.

Selama Ini Bungkam, Mendadak Norman Kamaru Ungkap Alasan Dipecat jadi Polisi Semua Itu Perintah

Pedagang Lorong Basah Night Culinary 16 Ilir Bantah Bilang Tekor, Namun Memang ada Penurunan Omset

Mohammed Salah di Ambang Rekor Gol Jelang Laga Melawan Watford

Untuk itu pihak BPBD Sumsel bersama TNI dan Polri akan siaga lebih awal terhitung Maret ini untuk melakukan pencegahan dini Karhutla di Sumsel.

Hal tersebut mengingat musim kemarau pada tahun ini diprediksi bakal lebih panjang dari tahun-tahun
sebelumnya.

"Mencegah ini lebih penting daripada harus mengatasinya jadi kita harus siaga sejak dini," kata Iriansyah usai rapat Koordinasi Siaga Darurat Karhutla di Kantor BPBD Sumsel, Selasa (26/2/2019).

Hadiri Pernikahan Syahrini & Reino Barack, Penampilan Maia Estianty Disoroti, Terungkap 1 Fakta!

German Open 2019 - Lee Yong-dae Mundur, Sabar/Frengky ke Babak Pertama

Sebanyak 1.126.087 Lembar Surat Suara Pemilu 2019 Tiba di KPU Palembang, Bongkat Muat Dikawal Polisi

Iriansyah menjelaskan, untuk mengantisipasi Karhutla, pihaknya rutin menggelar rapat konsolidasi dengan sektor-sektor terkait.

Selain itu, pihaknya juga menekankan untuk melakukan patroli via udara untuk melihat titik-titik api Karhutla.

"Kita antisipasi awal Karhutla di sembilan daerah di empat kabupaten/kota di Sumsel yakni di Muba, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Apalagi kini kondisi di Riau juga sudah terjadi Karhutla," jelasnya.

Bukan Milik Reino Barack, Ini Sejarah dan Fakta Masjid Tokyo Camii Tempat Akad Nikah Syahrini

Tak Hanya Tahu Petis, Inilah 8 Oleh-oleh Khas Semarang yang Wajib Dibawa Pulang

Cara Hubungi WhatsApp (WA) Pacar atau Mantan Meski Sudah Diblokir, Tinggal Lakukan Trik Mudah Ini

Sementara Koordinator BMKG Sumsel, Nugo mengatakan, pada awal April tingkat curah hujan akan turun. Sedangkan awal musim kemarau diperkirakan pada pekan terakhir Mei sampai pertengahan Juni. Bahkan saat puncak kemarau, wilayah Sumsel bakal tak diguyur hujan.

Diperkirakan puncak kemarau terjadi di bulan Agustus, September dan Oktober. Meski demikian kemaru tersebut masih kategori normal.

"Untuk antisipasi Karhutla memang di sarankan pembentukan posko-posko dan penetapan siaga darurat dilakukan segera sebelum masuk musim kemarau," terang Nugo.

===

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved