Update Terbaru Harismail yang Dipaksa Mengaku Pemerkosa Bidan, Orang Tuanya Datangi Polda
Update Terbaru Kondisi Harismail yang Dipaksa Mengaku Pemerkosa Bidan, Orang Tuanya Kembali Datangi Propam
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Merasa tak ada etikat baik untuk membesuk dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, membuat Hayan (61) yang merupakan orangtua dari Haris Mail melapor ke Propam, Senin (25/2).
Korban Haris Mail yang merupakan warga Pemulutan Barat Ogan Ilir, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum polisi agar mau mengaku sebagai pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa YL.
"Iya sudah dilaporkan. Kami inginnya kasus penganiyaan anak saya ini diproses, sampai ada itikat baik dari pengeroyok," ungkapnya yang ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Senin (25/2).
Hayan mengaku tak menduga bila anaknya harus mengaku sebagai pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa YL. Padahal, Haris sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Karena, jarak tempat tinggal Haris dan bidan YL sekitar 27 kilometer dengan melewati delapan desa.
"Kenal tidak bertemupun tidak pernah dan rumahnya dimana juga tidak tahu. Tiba-tiba Haris dituduh sebagai pemerkosa dan parahnya lagi dipukuli. Malah pelaku ini mengaku dari Polda Sumsel," ungkapnya.
Sedangkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Plol Zulkarnain menduga kuat jika aksi penculikan yang menimpa Haris dilakukan oknum polisi. Tetapi, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Dalam pemeriksaan itu, korban dipaksa untuk mengakui dia memperkosa, apa dasarnya oleh yang bersangkutan itu tidak jelas.
Korban hanya diambil oleh sekelompok orang, dipaksa untuk mengakui dia yang memperkosa. Saya berpendapat ini oknum polisi, nggak mungkin preman nangkap orang kecuali keluarga dia keluarga korban" ujar Kapolda.
Diketahui sebelumnya, pada Sabtu (23/2) Haris baru saja pulang dari kerja dan beli rokok didekat rumahnya. Tiba-tiba datang orang dari belakangnya langsung menarik haris kedalam mobil.
Kemudian muka haris pun ditutup dan di paksa mengaku sebagai pelaku pemerkosaan.
Selain mukanya ditutup, Haris pun mengalami lebam lantaran di pukuli, sehingga ia pun di buang ke wilayah Rambutan Banyuasin dan ditemukan warga dengan kondisi tergeletak dipinggir jalan, mukanya di tutup pakai lakban.
Disisi lain, kasus dugaan pemerkosaan terhadap Bidan desa YL, hingga kini masih terus dilakukan. Penyidik dan Labfor juga masih mengumpulkan bukti-bukti yang kuat agar kasus ini bisa terungkap apakah bidan YL benar-benar diperkosa atau tidak.
Menurut, kasus ini masih terus didalami dengan mengumpulkan bukti yang bisa memperkuat bila bidan YL memang benar-benar diperkosa.
"Ya bagaimana mungkin, bila seseorang diperkosa tetapi bekas sperma saja tidak ditemukan. Karena, bila diperkosa paling tidak ada bekas sperma yang tertinggal. Ini sama sekali tidak ada," ujar Kapolda.
Kasus yang menjadi perhatian ini, sampai-sampai ada orang yang diculik dan dianiaya agar dipaksa untuk mengakui bila dirinya yang melakukan pemerkosaan terhadap bidan YL. Hingga, korban Haris harus menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang karena luka-luka yang dideritanya.